Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan drone Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang di Rusia dan wilayah pendudukan Rusia, termasuk gudang milik peritel daring Ozon dan fasilitas industri. Dok: Istimewa.

Serangan drone Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang di Rusia dan wilayah pendudukan Rusia, termasuk gudang milik peritel daring Ozon dan fasilitas industri. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, MOSKOW — Drone Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang dalam serangan terhadap berbagai target di Rusia dan wilayah Ukraina yang Rusia duduki. Pejabat Rusia melaporkan gudang milik peritel daring Ozon dan sebuah fasilitas industri turut menjadi sasaran pada Sabtu.

Eskalasi Perang Drone Kedua Negara

Rusia dan Ukraina sama-sama meningkatkan kampanye drone untuk melumpuhkan infrastruktur ekonomi masing-masing. Kedua negara kerap menyerang target jauh melampaui garis depan pertempuran, seiring perang mendekati tanda 4,5 tahun.

Pada Jumat, sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 130 luka-luka. Beberapa drone Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Ukraina tengah dalam insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan pada Sabtu bahwa serangan Ukraina, yang Kyiv sebut bertujuan menghambat pendanaan perang Moskow, telah membuka “kotak Pandora” pembalasan Rusia. Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji mempercepat pengiriman peralatan militer baru Prancis ke Ukraina. Ia menyampaikan janji ini setelah membahas kekurangan pertahanan udara Kyiv dalam panggilan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Baca Juga :  Rusia Semprot Jepang: Moskow Tuntut Memorial Korban Ketimbang Yasukuni

Serangan terhadap Gudang Ozon di Samara

Gubernur wilayah Samara Rusia, Vyacheslav Fedorishchev, menulis lewat Telegram pada Sabtu bahwa seorang perempuan lanjut usia tewas akibat serangan di kota Novokuibyshevsk. Ia menyebut serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada fasilitas industri.

Militer Ukraina menyatakan telah menyerang kilang minyak kota tersebut, memicu kebakaran. Sementara itu, Ozon, peritel daring terbesar kedua Rusia, menyatakan dalam pernyataan Telegram bahwa operasional pusat logistik mereka di kota Chapayevsk, wilayah Samara, terhenti akibat serangan yang menyebabkan sejumlah korban luka.

Serangan ini menjadi yang pertama menargetkan Ozon setelah berminggu-minggu Ukraina menyerang Wildberries, pesaing lebih besar perusahaan tersebut. Ukraina menggambarkan serangan ini sebagai bagian dari kampanye lebih luas terhadap infrastruktur ekonomi yang mendukung perang Rusia.

Baca Juga :  Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik

Korban Tewas di Berbagai Wilayah Rusia

Di wilayah selatan Krasnodar, Gubernur Veniamin Kondratyev melaporkan tiga orang tewas, dua di antaranya anak-anak, dan seorang dewasa terluka. Serangan tersebut menghantam kota pelabuhan Yeysk di Laut Azov, dengan kebakaran turut terjadi di sebuah fasilitas pelabuhan.

Gubernur wilayah Belgorod, yang berbatasan dengan Ukraina, melaporkan dua orang tewas dan 13 luka-luka akibat serangan Ukraina. Sementara itu, gubernur wilayah perbatasan lain, Bryansk, melaporkan empat orang luka-luka.

Korban di Crimea dan Luhansk

Di Semenanjung Crimea, wilayah yang Rusia rebut dari Ukraina pada 2014, gubernur Sevastopol pilihan Moskow, Mikhail Razvozhayev, melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan 10 luka-luka. Sebuah drone Ukraina menghantam bus kota dalam insiden tersebut.

Di wilayah Luhansk, provinsi timur Ukraina yang hampir sepenuhnya Rusia kuasai, gubernur pilihan Moskow, Leonid Pasechnik, melaporkan dua warga sipil tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia 16 tahun. Sembilan orang lainnya turut mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB