JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β Polsek Koja memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat melalui Apel Siaga Kamtibmas Pemberdayaan Potmas Sabuk Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Koja, Jakarta Utara.
Kegiatan berlangsung di halaman Polsek Koja pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebanyak 120 personel mengikuti apel yang digelar untuk mendukung program Jaga Jakarta, khususnya melalui gerakan Jaga Lingkungan dan Jaga Aturan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Koja Kompol Dr. Andry Suharto, S.H., M.H. memimpin apel tersebut. Kegiatan turut melibatkan unsur Polsek Koja, Koramil Koja, Kecamatan Koja, organisasi masyarakat, FKDM, LMK, Karang Taruna, hingga pengemudi ojek online.
120 Personel Gabung Jaga Keamanan Koja
Kekuatan Sabuk Kamtibmas dalam apel tersebut terdiri atas berbagai unsur masyarakat dan aparat.
Rinciannya yakni 3 personel Koramil, 17 personel Polsek, 10 anggota FKDM Koja, 10 anggota LMK Koja, 10 anggota Karang Taruna, serta masing-masing 10 anggota BPPKB, Pemuda Pancasila, GRIB JAYA, LMP, FBR, Madas, dan komunitas ojol Koja.
Kehadiran berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tugas aparat kepolisian.
Sebaliknya, masyarakat memiliki peran penting untuk mencegah gangguan keamanan sejak dari lingkungan masing-masing.
Kapolsek: Situasi Bisa Berubah Cepat
Dalam arahannya, Andry mengingatkan seluruh peserta agar tidak terlena dengan kondisi Koja yang relatif aman.
Menurutnya, situasi keamanan dapat berubah dengan cepat. Karena itu, kewaspadaan harus tetap dijaga tanpa menciptakan keresahan di tengah masyarakat.
βJakarta saat ini sebenarnya masih dalam kondisi baik-baik saja. Namun, situasi sangat cepat berubah. Karena itu, kita tetap harus waspada menjaga wilayah Koja,β ujar Andry.
Ia juga meminta seluruh unsur Sabuk Kamtibmas membantu menjaga fasilitas publik dan perkantoran kepolisian dari potensi gangguan.
Andry menekankan pentingnya komunikasi cepat apabila muncul situasi yang membutuhkan penanganan bersama.
Namun, pengamanan tetap harus dilakukan secara terukur. Masyarakat diminta tidak bertindak sendiri atau melakukan tindakan yang berpotensi memicu konflik.
Jaga Lingkungan, Jaga Aturan
Program Jaga Jakarta menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan.
Melalui konsep Jaga Lingkungan dan Jaga Aturan, masyarakat didorong menjaga ketertiban, mencegah gangguan keamanan, serta melaporkan potensi masalah kepada aparat melalui jalur yang tepat.
Dengan pola tersebut, keamanan diharapkan tidak hanya mengandalkan patroli polisi.
Kolaborasi warga, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, TNI, dan pemerintah wilayah menjadi kekuatan pencegahan.
Karena itu, keberadaan Sabuk Kamtibmas di Koja diharapkan mampu menjadi penghubung antara aparat dan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.

TNI-Polri dan Masyarakat Perkuat Kolaborasi
Wadanramil Koja Kapten Inf. Edy Kusnoro turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan wilayah.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Koja menekankan pentingnya silaturahmi dan kerja sama antarelemen masyarakat.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keamanan lingkungan membutuhkan komunikasi yang kuat. Ketika warga, aparat, dan pemerintah bergerak bersama, potensi gangguan dapat lebih cepat dikenali dan ditangani.
Sembako untuk Peserta Sabuk Kamtibmas
Selain apel dan penguatan kesiapsiagaan, Polsek Koja juga menyalurkan bantuan sembako kepada peserta Sabuk Kamtibmas.
Andry berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para penerima dan keluarganya.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang ikut berkontribusi menjaga keamanan wilayah.
Namun, yang paling penting bukan sekadar bantuan. Kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan terus berjalan dalam kehidupan sehari-hari.
Keamanan Dimulai dari Kepedulian
Apel Siaga Kamtibmas Polsek Koja memberikan pesan sederhana tetapi penting: keamanan tidak lahir hanya dari kekuatan aparat, melainkan dari kepedulian bersama.
Masyarakat yang peduli terhadap lingkungan akan lebih cepat mengenali potensi gangguan. Aparat yang aktif berkomunikasi dengan warga juga dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Karena itu, semangat Jaga Jakarta harus diterjemahkan melalui tindakan nyata.
Mulai dari menjaga lingkungan, menaati aturan, menghindari provokasi, hingga segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang.
Koja yang aman bukan hanya tanggung jawab polisi dan TNI. Keamanan adalah kerja bersama. Ketika masyarakat dan aparat saling menjaga, ruang bagi gangguan kamtibmas semakin sempit. **
Editor : Hadwan














