UMKM RI Ekspor Keripik Buah-Tempe ke Chile, Pesanan Capai Rp510 Juta

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produk keripik buah dan keripik tempe UMKM Indonesia menembus pasar Chile dengan pesanan Rp510 juta. (Posnews/Kemendag)

Produk keripik buah dan keripik tempe UMKM Indonesia menembus pasar Chile dengan pesanan Rp510 juta. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Produk UMKM Indonesia mulai menembus pasar Amerika Latin. Dua pelaku usaha berhasil meraih pesanan dari buyer Chile senilai US$29 ribu atau sekitar Rp510 juta.

Pesanan dikirim dari Indonesia pada pekan kedua Agustus 2026. Produk diperkirakan tiba di Chile pada Oktober dan selanjutnya masuk jaringan ritel setempat.

Dua UMKM tersebut ialah CV Pangantama Makmur Abadi dan CV Arva Indonesia. Keduanya menawarkan makanan olahan berbahan buah, sayuran, dan tempe.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

CV Pangantama Makmur Abadi mengekspor keripik mangga, apel, nangka, brokoli, dan jamur. Sementara itu, CV Arva Indonesia menawarkan keripik tempe varian truffle, honey butter, dan Himalayan salt basil.

Pesanan berasal dari Cencosud Retail S.A., salah satu perusahaan ritel di Chile.

Berawal dari Pameran

Transaksi tersebut berawal dari keikutsertaan pelaku usaha Indonesia dalam Espacio Food & Service 2025 di Chile.

Setelah pameran, komunikasi bisnis terus berlanjut. Kementerian Perdagangan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago bersama KBRI Santiago memfasilitasi komunikasi eksportir dengan calon buyer.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menilai transaksi ini membuktikan produk UMKM Indonesia memiliki peluang besar di pasar global.

Baca Juga :  ABG 14 Tahun Asal Bogor Dibawa Kabur, Dijual ke Pria Hidung Belang di Jakarta dan Bogor

Menurutnya, respons positif konsumen Chile dapat membuka peluang pembelian berikutnya dan kerja sama jangka panjang.

Pemerintah pun terus mendorong UMKM masuk pasar internasional melalui promosi dagang, pameran, penjajakan pasar, dan pendampingan bisnis.

Data Satu Data Perdagangan Kemendag mencatat ekspor nonmigas Indonesia mencapai sekitar US$134,58 miliar pada Januari-Juni 2026.

Angka tersebut tumbuh 4,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

UMKM Harus Berani Naik Kelas

Pendiri CV Pangantama Makmur Abadi, Irene Hartanto, mengapresiasi dukungan berbagai pihak hingga transaksi ekspor tersebut terealisasi.

Ia berharap kerja sama dengan buyer Chile terus berkembang dan menghasilkan pengiriman berikutnya.

Capaian ini menunjukkan produk sederhana dapat memiliki nilai ekonomi tinggi setelah melalui inovasi, pengolahan, dan kemasan yang tepat.

Karena itu, UMKM perlu memperhatikan kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, dokumen ekspor, serta kebutuhan buyer.

Rempah Indonesia Juga Dilirik

Peluang ekspor ke Chile tidak hanya datang dari produk camilan.

ITPC Santiago dan KBRI Santiago juga memfasilitasi pertemuan PT Mega Inovasi Organik dengan calon importir Chile, Agro Imagina, pada 29 Juli 2026.

Agro Imagina tertarik dengan produk rempah Indonesia. Kedua pihak masih membahas kualitas, kemasan, harga, kapasitas pasokan, dan dokumen impor.

Potensi pembeliannya diperkirakan mencapai satu kontainer 20 feet dengan nilai sekitar US$70 ribu.

Baca Juga :  Kurir Sabu 5 Kg Dibekuk di Pekanbaru, Bareskrim Buru Pengendali Jaringan Malaysia

PT Mega Inovasi Organik juga dijadwalkan tampil di Paviliun Indonesia pada Espacio Food & Service 2026, 29 September-1 Oktober.

ITPC Santiago akan terus memantau komunikasi eksportir dan buyer, termasuk pengiriman, persyaratan impor, hingga distribusi produk.

Chile Jadi Pasar Potensial

Hubungan dagang Indonesia dan Chile masih memiliki ruang pertumbuhan.

Pada 2025, sejumlah produk utama Indonesia yang diekspor ke Chile antara lain kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin serta peralatan mekanik, dan kertas atau karton.

Sebaliknya, Indonesia mengimpor sejumlah komoditas dari Chile, seperti ikan dan udang, bubur kayu, pupuk, buah-buahan, serta produk hasil penggilingan.

Potensi tersebut membuka peluang bagi UMKM makanan olahan. Buah, sayuran, dan tempe dapat diubah menjadi produk siap konsumsi dengan nilai jual dan daya saing lebih tinggi.

Dengan demikian, pesanan Rp510 juta bukan sekadar angka transaksi. Capaian ini membuktikan produk lokal mampu menembus pasar dunia jika kualitas, inovasi, kemasan, dan strategi ekspor disiapkan dengan serius.

Keberhasilan dua UMKM tersebut juga menjadi dorongan bagi pelaku usaha lain untuk berani mencari pasar baru.

Sebab, ekspor tidak selalu dimulai dari perusahaan besar. Produk UMKM yang konsisten menjaga mutu pun mampu menembus pasar mancanegara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Insiden BYD Disorot Kemendag, Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung
Kemendag Perkuat Produk Lokal dan Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
1.000 Ton Beras Indonesia Diekspor ke Malaysia
KADI Selidiki Impor SAP China, Industri Nasional Minta Perlindungan
Kreator Indonesia Raup Peluang Rp17 Miliar di Pameran Seoul 2026
Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS
Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM
Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:50 WIB

UMKM RI Ekspor Keripik Buah-Tempe ke Chile, Pesanan Capai Rp510 Juta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Insiden BYD Disorot Kemendag, Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Kemendag Perkuat Produk Lokal dan Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:30 WIB

1.000 Ton Beras Indonesia Diekspor ke Malaysia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:11 WIB

KADI Selidiki Impor SAP China, Industri Nasional Minta Perlindungan

Berita Terbaru