POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Donald Trump menyatakan kelegaannya atas kepulangan Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, ke Inggris pada Rabu. Trump menambahkan ia tidak akan menerima kembali pasangan ini jika menjadi bagian keluarga kerajaan Inggris.
Trump menuduh Meghan, 45 tahun, bersikap sangat tidak sopan kepada mendiang Ratu Elizabeth II. Pernyataan ini menjadi reaksi pertama Trump sejak Harry dan istrinya pindah kembali ke Inggris dari California.
Pasangan selebritas ini kini menetap kembali di tanah kelahiran Harry. Kepulangan ini terjadi enam tahun setelah keduanya mundur dari peran kerajaan aktif dan pindah ke Amerika Serikat di tengah perselisihan pahit dengan keluarga kerajaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump Kritik Sikap Meghan terhadap Keluarga Kerajaan
“Saya senang dengan hal ini. Saya bukan penggemar mereka,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval. Ia menyampaikan hal ini saat ditanya pendapatnya soal kepulangan Harry dan Meghan.
Trump menilai keduanya memperlakukan keluarga kerajaan dengan sangat tidak sopan. Ia menegaskan tidak menyukai cara Meghan bersikap terhadap Ratu dan Raja Charles.
Harry Perbaiki Hubungan dengan Ayahnya, Tetap Renggang dengan William
Harry, 41 tahun, tampaknya sudah memperbaiki hubungan dengan ayahnya, Raja Charles III, yang tengah berjuang melawan kanker. Perbaikan hubungan ini terlihat selama kunjungan Harry ke Inggris belakangan ini.
Namun, Harry dilaporkan masih renggang dengan Pangeran William, kakak sekaligus pewaris takhta. Hubungan Harry dengan istri William, Catherine, juga dikabarkan belum membaik.
Trump menegaskan dirinya tidak akan bersikap semaaf itu. “Mungkin saya berbeda. Saya tidak akan menerima mereka kembali,” ujar Trump menegaskan sikapnya.
Rekam Jejak Perseteruan Trump dan Meghan
Mantan bintang reality TV berusia 80 tahun ini sebelumnya beberapa kali berselisih pendapat dengan Meghan. Menjelang kunjungan kenegaraan ke Inggris pada 2019, Trump membantah pernah menyebut Meghan “menyebalkan”.
Bantahan ini muncul meski komentar tersebut terdengar jelas dalam rekaman wawancara dengan tabloid. Sebaliknya, Meghan sempat mengkritik Trump selama kampanye presiden 2016 dengan menyebutnya “misoginis” dan “memecah belah”.
Trump kembali tersinggung ketika Meghan berkomentar menjelang pemilu 2020 yang akhirnya Trump kalah. Meghan saat itu menyatakan bukan penggemar Trump dan mendoakan keberuntungan bagi Harry.
Perjalanan Panjang Harry dan Meghan hingga Kembali ke Inggris
Kepulangan pasangan kerajaan ini bersama kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, menandai berakhirnya pengasingan panjang Harry dari tanah kelahirannya. Keduanya menikah dalam pernikahan mewah pada 2018.
Namun, dua tahun kemudian, mereka melepaskan peran sebagai anggota kerajaan aktif setelah berselisih dengan keluarga kerajaan Inggris. Keduanya kemudian pindah ke Amerika Utara.
Perselisihan ini semakin dalam setelah Harry menerbitkan memoar kontroversial berjudul “Spare”. Pasangan ini juga memberikan wawancara terbuka kepada pembawa acara talk show AS, Oprah Winfrey.
Dalam wawancara tersebut, Meghan dan Harry menyiratkan monarki bersikap rasis. Keduanya mengklaim seorang anggota keluarga kerajaan mempertanyakan warna kulit anak mereka sebelum lahir.
Meghan turut mengungkapkan pernah mempertimbangkan bunuh diri setelah bergabung dengan keluarga kerajaan. Meski demikian, pasangan ini menandatangani sejumlah kesepakatan komersial dengan platform AS seperti Netflix dan Spotify.
Sayangnya, sejumlah laporan menyebutkan upaya mereka membangun kehidupan di Amerika Serikat kurang berhasil. Kepulangan mereka ke Inggris pun memunculkan berbagai spekulasi baru.
Rencana Menetap dan Tantangan Meghan di Inggris
The Telegraph melaporkan pasangan ini berencana tinggal untuk “periode yang panjang” di Inggris. Mereka akan menetap di sebuah rumah di kawasan Cotswolds, Inggris tengah, sambil mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah untuk tahun ajaran mendatang.
Meski spekulasi soal alasan kepulangan mereka terus berkembang, sejumlah laporan mencatat pasangan ini tetap mempertahankan rumah mereka di California dan Portugal. Langkah ini menambah ketidakpastian soal sifat permanen kepulangan mereka.
Meghan menghadapi tantangan berat untuk kembali berbaur dengan kehidupan di Inggris. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Inggris memandang negatif terhadap dirinya, dan sebagian juga terhadap Harry.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














