POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan penggantian nama Selat Hormuz menjadi “Trump Strait” pada Rabu. Usulan ini muncul di tengah bentrokan yang masih berlangsung dengan Iran.
Beberapa jam kemudian, Trump justru menyiratkan usulan tersebut tidak serius. Sikap ini menambah daftar panjang gestur kontroversial Trump terkait penamaan wilayah geografis internasional.
Trump Klaim AS Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Sepanjang periode kedua masa jabatannya, Trump memang kerap mengganti nama sejumlah perairan internasional. Sebagian besar langkah ini bertujuan menyindir negara lain, termasuk lewat usulan terbarunya kali ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Usulan penggantian nama muncul saat Trump menegaskan AS sudah mengendalikan penuh jalur pelayaran krusial tersebut. Padahal, bentrokan baru dengan Iran masih berkecamuk di kawasan itu.
“Sekarang kita sudah mengendalikannya, bagaimana kalau kita ganti nama Selat Hormuz jadi TRUMP STRAIT???” tulis Trump di Truth Social. Ia menambahkan bahwa nama tersebut akan “lebih panas” seperti Amerika sendiri.
Gedung Putih kemudian mengunggah peta Teluk dengan nama usulan Trump di media sosial. “Namanya terdengar bagus,” tulis Gedung Putih dalam unggahan tersebut.
Iran Blokade Selat, Trump Klaim Kedaulatan
Sementara itu, Iran secara efektif menutup titik strategis yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia tersebut. Langkah Iran ini menjadi balasan atas perang yang Trump mulai bersama Israel akhir Februari lalu.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali mengancam mengklaim kedaulatan atas Selat Hormuz. Ia bahkan sempat mengunggah peta yang menampilkan selat tersebut sebagai “wilayah baru AS”.
Trump Akhirnya Anggap Usulan Hanya Candaan
Namun, Trump kemudian meredam gagasan penggantian nama Selat Hormuz tersebut. Ia memberikan tanggapan santai saat seorang wartawan AFP menanyakan keseriusannya di Ruang Oval.
“Itu cuma dilontarkan begitu saja,” ujar Trump sambil tertawa kecil menanggapi pertanyaan tersebut. Pernyataan ini seolah menegaskan usulan tersebut hanya gurauan semata.
Meski demikian, sejumlah usulan Trump berusia 80 tahun ini punya rekam jejak berbeda. Beberapa gagasan yang awalnya dianggap lelucon justru benar-benar terealisasi di kemudian hari.
Rekam Jejak Trump Ganti Nama Wilayah Geografis
Pekan lalu, Trump menandatangani perintah resmi mengganti nama Danau Ontario menjadi “Lake America”. Langkah ini muncul di tengah perang dagang dengan Kanada, hanya beberapa hari usai ia melontarkan idenya secara bercanda.
Trump juga sebelumnya mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Gulf of America”. Perubahan ini ia lakukan pada hari pertama masa jabatan keduanya di Gedung Putih pada Januari 2025.
Hingga kini, baik Meksiko maupun Kanada belum menerima perubahan nama tersebut. Selain itu, Trump juga gencar mengganti nama sejumlah fasilitas publik dengan namanya sendiri, termasuk pusat seni Kennedy di Washington.
Bersamaan dengan itu, Departemen Keuangan AS pada Rabu merilis koin satu dolar bergambar wajah Trump. Koin ini diterbitkan untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














