Putin Sebut Kemunduran Rusia-Jepang Kesalahan Tokyo

Kamis, 3 September 2026 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Putin sebut kemunduran hubungan Rusia-Jepang sepenuhnya kesalahan Tokyo usai kunjungannya ke kepulauan sengketa dekat Hokkaido picu protes keras Jepang.  Dok: Istimewa.

Putin sebut kemunduran hubungan Rusia-Jepang sepenuhnya kesalahan Tokyo usai kunjungannya ke kepulauan sengketa dekat Hokkaido picu protes keras Jepang. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, BISHKEK — Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pernyataan tegas soal hubungan Rusia-Jepang pada Rabu. Ia menyebut kemunduran hubungan kedua negara sepenuhnya merupakan kesalahan Jepang.

Putin menyampaikan hal ini kepada wartawan di sela kunjungannya ke Kyrgyzstan. Ia menghadiri pertemuan Shanghai Cooperation Organization di negara tersebut.

Rusia Klaim Sudah Bersikap Hati-Hati

Putin menegaskan Moskow selama ini memperlakukan hubungan dengan Jepang “dengan sangat hati-hati”. Ia juga mengklaim Rusia sebenarnya siap membahas negosiasi damai soal kepulauan sengketa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kesiapan ini muncul meski Rusia menganggap status kepulauan tersebut sudah “final”. Jepang menyebut kepulauan ini sebagai Wilayah Utara, sementara Rusia menyebutnya Kuril Selatan.

Kepulauan ini terdiri dari Etorofu, Kunashiri, Shikotan, dan gugusan pulau kecil Habomai. Jepang menyatakan Uni Soviet merebut kepulauan ini secara ilegal usai Jepang menyerah dalam Perang Dunia II. Rusia sebaliknya menganggap pengambilalihan tersebut sah.

Baca Juga :  Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jepang Sebut Pernyataan Putin Tidak Dapat Diterima

Pemerintah Jepang merespons cepat pernyataan Putin pada Rabu. Jepang menyebut pernyataan tersebut “tidak dapat diterima”.

Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menyampaikan tanggapan ini dalam konferensi pers rutin di Tokyo. Hubungan bilateral kedua negara memburuk sejak kunjungan pertama Putin ke kepulauan tersebut bulan Agustus lalu.

Memburuknya hubungan ini juga berlangsung di tengah invasi Rusia yang terus berlanjut ke Ukraina. Kunjungan Putin ke Etorofu bulan lalu langsung memicu protes keras dari pemerintah Jepang.

Putin mengaku tidak terkejut dengan reaksi Tokyo atas kunjungannya tersebut. Namun ia mengaku secara umum terkejut dengan sikap Jepang terhadap Rusia selama ini.

Baca Juga :  ChatGPT Cetak Rekor: Lampaui Skor Tertinggi Manusia dalam Ujian

Pejabat Jepang Kompak Layangkan Protes

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebut kunjungan Putin ke Etorofu “sama sekali tidak dapat diterima”. Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi turut mengambil langkah tegas atas insiden ini.

Motegi memanggil Duta Besar Rusia untuk Jepang Nikolay Nozdrev guna menyampaikan protes resmi. Langkah ini menegaskan sikap keras Tokyo atas kunjungan Putin ke wilayah sengketa.

Sengketa Wilayah yang Terus Berlarut

Kepulauan ini sudah lama menjadi pusat sengketa wilayah antara Rusia dan Jepang. Sengketa ini pula yang menghambat kedua negara menandatangani perjanjian damai pascaperang hingga kini.

Perselisihan terbaru ini muncul saat hubungan kedua negara masih tegang. Invasi Rusia yang terus berlangsung ke Ukraina turut memperkeruh hubungan bilateral keduanya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Berita Terbaru