POSNEWS.CO.ID, BISHKEK — Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pernyataan tegas soal hubungan Rusia-Jepang pada Rabu. Ia menyebut kemunduran hubungan kedua negara sepenuhnya merupakan kesalahan Jepang.
Putin menyampaikan hal ini kepada wartawan di sela kunjungannya ke Kyrgyzstan. Ia menghadiri pertemuan Shanghai Cooperation Organization di negara tersebut.
Rusia Klaim Sudah Bersikap Hati-Hati
Putin menegaskan Moskow selama ini memperlakukan hubungan dengan Jepang “dengan sangat hati-hati”. Ia juga mengklaim Rusia sebenarnya siap membahas negosiasi damai soal kepulauan sengketa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kesiapan ini muncul meski Rusia menganggap status kepulauan tersebut sudah “final”. Jepang menyebut kepulauan ini sebagai Wilayah Utara, sementara Rusia menyebutnya Kuril Selatan.
Kepulauan ini terdiri dari Etorofu, Kunashiri, Shikotan, dan gugusan pulau kecil Habomai. Jepang menyatakan Uni Soviet merebut kepulauan ini secara ilegal usai Jepang menyerah dalam Perang Dunia II. Rusia sebaliknya menganggap pengambilalihan tersebut sah.
Jepang Sebut Pernyataan Putin Tidak Dapat Diterima
Pemerintah Jepang merespons cepat pernyataan Putin pada Rabu. Jepang menyebut pernyataan tersebut “tidak dapat diterima”.
Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menyampaikan tanggapan ini dalam konferensi pers rutin di Tokyo. Hubungan bilateral kedua negara memburuk sejak kunjungan pertama Putin ke kepulauan tersebut bulan Agustus lalu.
Memburuknya hubungan ini juga berlangsung di tengah invasi Rusia yang terus berlanjut ke Ukraina. Kunjungan Putin ke Etorofu bulan lalu langsung memicu protes keras dari pemerintah Jepang.
Putin mengaku tidak terkejut dengan reaksi Tokyo atas kunjungannya tersebut. Namun ia mengaku secara umum terkejut dengan sikap Jepang terhadap Rusia selama ini.
Pejabat Jepang Kompak Layangkan Protes
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebut kunjungan Putin ke Etorofu “sama sekali tidak dapat diterima”. Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi turut mengambil langkah tegas atas insiden ini.
Motegi memanggil Duta Besar Rusia untuk Jepang Nikolay Nozdrev guna menyampaikan protes resmi. Langkah ini menegaskan sikap keras Tokyo atas kunjungan Putin ke wilayah sengketa.
Sengketa Wilayah yang Terus Berlarut
Kepulauan ini sudah lama menjadi pusat sengketa wilayah antara Rusia dan Jepang. Sengketa ini pula yang menghambat kedua negara menandatangani perjanjian damai pascaperang hingga kini.
Perselisihan terbaru ini muncul saat hubungan kedua negara masih tegang. Invasi Rusia yang terus berlangsung ke Ukraina turut memperkeruh hubungan bilateral keduanya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














