Rombongan Bantuan Pangan Diberondong Tembakan di Jayawijaya, 2 Tewas 1 Kritis

Rabu, 9 September 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, diberondong tembakan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, diberondong tembakan. (Posnews/Ist)

JAYAWIJAYA, POSNEWS.CO.ID – Niat membantu warga justru berubah menjadi tragedi berdarah.

Rombongan pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tengah mengantar bantuan pangan diberondong tembakan orang tak dikenal (OTK) di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Serangan terjadi sekitar pukul 15.45–15.47 WIT di wilayah Kampung Muliama. Tiga orang menjadi korban penembakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo membenarkan kejadian tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan sementara kepolisian, dua korban meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis. “Betul kejadiannya,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Ditembak Saat Antar Bantuan

Rombongan tersebut diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Mereka membawa bantuan pangan menggunakan kendaraan roda empat menuju Distrik Muliama. Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, rombongan berjumlah delapan orang.

Namun, di tengah perjalanan, situasi berubah mencekam. Rentetan tembakan diduga diarahkan kepada rombongan. Tiga orang kemudian ditemukan menjadi korban.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Rotasi 175 Personel, Ini Daftar Lengkap Perwira yang Dimutasi

Sementara anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri dan mencari perlindungan di Puskesmas Muliama, menurut laporan sejumlah media.

Video Korban Tergeletak Beredar

Kengerian insiden itu juga tergambar dalam video yang beredar di media sosial.

Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah orang tergeletak di dekat kendaraan. Suara letusan juga terdengar dalam video.

Meski demikian, kondisi dalam video belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan seluruh detail kejadian. Polisi masih melakukan pemeriksaan saksi dan pendalaman di lokasi.

Kasi Humas Polres Jayawijaya Ipda Darlianto Pabia mengatakan tim masih berada di lokasi untuk mengumpulkan informasi. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit.

Polisi Belum Pastikan KKB

Sementara itu, dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang menyebut ketiga korban diduga ditembak KKB. Namun, polisi belum memastikan identitas kelompok maupun pelaku penembakan.

Karena itu, aparat masih menggunakan istilah OTK. “Kita belum bisa pastikan KKB Papua atau bukan,” ujar Yusuf.

Polisi kini mendalami kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Bantuan untuk Warga Malah Jadi Sasaran

Peristiwa ini menjadi pukulan bagi upaya pelayanan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar 21,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia di Bengkalis, Nilai Hampir Rp40 Miliar

Para petugas tersebut berada di lapangan untuk mendistribusikan kebutuhan pangan kepada masyarakat. Namun, perjalanan mereka justru berakhir dengan insiden penembakan.

Karena itu, aparat perlu memastikan jalur distribusi bantuan tetap aman. Masyarakat di wilayah terdampak konflik juga membutuhkan akses bantuan tanpa harus dihantui ancaman kekerasan.

Di sisi lain, publik diminta tidak terburu-buru menyebarkan informasi mengenai identitas pelaku sebelum penyelidikan resmi selesai.

Korban Masih Diverifikasi

Hingga Rabu malam, terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah korban meninggal.

Kepolisian menyampaikan dua orang meninggal dan satu kritis, sedangkan Dandim Jayawijaya melaporkan tiga korban meninggal. Seluruh korban telah dievakuasi dan aparat masih melakukan pendalaman.

Perbedaan data tersebut membuat proses identifikasi dan verifikasi menjadi penting. Informasi terbaru akan menentukan jumlah korban secara resmi.

Yang pasti, aksi kekerasan tersebut menambah panjang daftar ancaman terhadap warga dan petugas yang menjalankan pelayanan publik di wilayah Papua Pegunungan.

Polisi bersama aparat terkait kini bergerak mengungkap siapa pelaku di balik penembakan dan memastikan keamanan masyarakat di Distrik Muliama. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 WNA Bawa 5,7 Kg Serbuk Emas Rp14,5 Miliar, Disimpan di Pakaian Dalam
Alphard Ringsek Tabrak Motor dan Mobil di Surabaya, Warga Mengamuk
Pelajar dan Sales Roti Dibacok di Gowa, 4 Pelaku Diburu Polisi
Tragedi Pasar Bapouda Paniai: 11 Tewas, Polisi Dalami Dugaan KKB
Sabu Diselipkan di Lauk, Pembesuk Wanita Diciduk Petugas Rutan Surabaya
Bukan Sekadar Jembatan, 42 Meter Ini Jadi Jalan Anak Tanggamus Mengejar Cita-Cita
Knalpot Brong Berujung Maut, Pelajar 14 Tahun Tewas Dipukul Balok di Banyumas
Darurat Kebakaran Galuga! TPA Ditutup, Water Bombing Disiapkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 19:36 WIB

Rombongan Bantuan Pangan Diberondong Tembakan di Jayawijaya, 2 Tewas 1 Kritis

Rabu, 9 September 2026 - 19:04 WIB

3 WNA Bawa 5,7 Kg Serbuk Emas Rp14,5 Miliar, Disimpan di Pakaian Dalam

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

Pelajar dan Sales Roti Dibacok di Gowa, 4 Pelaku Diburu Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 06:02 WIB

Tragedi Pasar Bapouda Paniai: 11 Tewas, Polisi Dalami Dugaan KKB

Selasa, 8 September 2026 - 20:35 WIB

Sabu Diselipkan di Lauk, Pembesuk Wanita Diciduk Petugas Rutan Surabaya

Berita Terbaru