TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Rokok elektrik atau vape kini tak lagi sekadar dianggap sebagai alternatif rokok konvensional.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan celah baru yang bisa dimanfaatkan jaringan narkoba melalui cairan vape.
Karena itu, BNN meminta PT Garuda Indonesia melarang penggunaan vape di lingkungan perusahaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Imbauan tersebut disampaikan Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan dalam sosialisasi perkembangan peredaran narkotika di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Banten, Rabu (9/9/2026).
Suyudi mengatakan jaringan narkoba terus mengubah cara mereka mengedarkan barang terlarang. Salah satunya dengan memasukkan zat narkotika atau New Psychoactive Substances (NPS) ke dalam cairan vape.
Ancaman itu bukan sekadar dugaan. BNN mencatat hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 1.745 sampel cairan vape hingga 12 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, 1.716 sampel terdeteksi mengandung narkotika atau NPS.
Vape Jadi Celah Baru Sindikat
Suyudi mengingatkan, modus tersebut membuat narkoba semakin sulit dikenali. Pengguna bisa saja terlihat sedang mengisap vape biasa. Namun, cairan yang digunakan ternyata mengandung zat terlarang.
“Pintu masuknya juga semakin terlihat trennya di kalangan anak-anak kita melalui rokok-rokok elektrik atau vape.
Mereka seolah-olah sedang menggunakan rokok elektrik biasa, padahal di dalamnya terdapat narkotika cair,” ujar Suyudi.
BNN sebelumnya juga telah mengingatkan bahwa vape dapat menjadi media penyalahgunaan narkotika dan NPS.
Pada awal 2026, BNN mengungkap kasus jaringan yang menggunakan cairan vape sebagai media narkotika, termasuk etomidate.
Perkembangan terbaru menunjukkan ancaman itu masih nyata. Pada 8 September 2026, Polda Aceh memusnahkan 2.538 kartrid vape mengandung etomidate hasil pengungkapan kasus periode Juli-Agustus.
Hampir 8 Ton Narkotika Diungkap
Suyudi juga mengungkapkan, BNN dalam dua bulan terakhir telah membongkar empat kasus besar dengan total hampir 8 ton narkotika.
Salah satu pengungkapan terbesar yakni penyitaan sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja asal Thailand. Barang tersebut diduga akan dikirim ke Eropa untuk kemudian diproses menjadi narkotika cair.
BNN menilai perkembangan tersebut menunjukkan sindikat semakin agresif mencari cara baru untuk menyamarkan narkotika.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah menganggap semua cairan vape aman hanya karena dikemas seperti produk biasa.
Garuda Perkuat Pengawasan
Menanggapi imbauan BNN, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menegaskan komitmen perusahaan menjaga lingkungan kerja tetap aman, sehat, dan bebas penyalahgunaan narkotika.
Sebagai maskapai nasional, Garuda memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan penerbangan.
Karena itu, perusahaan menilai pencegahan penyalahgunaan narkoba harus menjadi perhatian seluruh pegawai.
“Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika di lingkungan perusahaan,” tegasnya.
Garuda juga mendorong seluruh personelnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus baru peredaran narkoba.
Pegawai Jalani Tes Urine
Sosialisasi tersebut kemudian ditutup dengan tes urine bagi para pegawai Garuda Indonesia.
Pemeriksaan dilakukan sebagai deteksi dini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkotika.
Langkah tersebut menjadi penting karena ancaman narkoba kini tidak selalu datang dalam bentuk yang mudah dikenali.
Bagi BNN, perubahan modus itu harus dijawab dengan kewaspadaan yang juga semakin tinggi.
Sebab, di balik perangkat vape yang terlihat biasa, bisa saja terdapat cairan yang membawa ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan.
Upaya pencegahan pun tidak cukup hanya mengandalkan penindakan.
BNN menekankan pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, keluarga, masyarakat, hingga generasi muda. **
Editor : Hadwan













