Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Uni Eropa wacanakan larangan penggunaan media sosial untuk anak di bawah 13 tahun. Simak rincian usulan Ursula von der Leyen. Dok: Istimewa.

Uni Eropa wacanakan larangan penggunaan media sosial untuk anak di bawah 13 tahun. Simak rincian usulan Ursula von der Leyen. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, STRASBOURG — Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan larangan media sosial bagi anak di bawah 13 tahun. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh 27 negara anggota Uni Eropa.

Usulan Larangan dan Akun Terpandu Remaja

Von der Leyen menyampaikan pidato tahunan Uni Eropa di Strasbourg pada Rabu. Pihaknya menegaskan perlunya tindakan tegas untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya.

Skema ini mewajibkan anak usia 13 hingga 15 tahun menggunakan akun khusus terpandu. Sistem tersebut membatasi durasi akses serta fitur yang dapat digunakan para remaja. Sementara itu, remaja berusia 15 hingga 18 tahun mendapatkan perlindungan desain platform yang aman.

Perdebatan Regulasi dan Respons Pengamat

Proposal kebijakan ini membutuhkan persetujuan resmi dari seluruh negara anggota Uni Eropa. Langkah ini diprediksi memicu perdebatan sengit dengan raksasa teknologi asal Amerika Serikat.

Anggota Parlemen Eropa Brando Benifei mendukung penuh penerapan aturan ketat tersebut. Namun, penasihat kebijakan EDRi Simeon de Brouwer menilai aturan ini belum menyelesaikan akar masalah. De Brouwer menegaskan penyedia platform harus merombak model bisnis yang memicu kecanduan pengguna.

Baca Juga :  CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Pengawasan Algoritma dan Keamanan Kecerdasan Buatan

Anggota parlemen Manfred Weber mengusulkan opsi penonaktifan algoritma bagi para pengguna media sosial. Kebijakan ini bertujuan memberikan kendali penuh kepada masyarakat atas konten yang mereka lihat.

Selain itu, von der Leyen menyoroti risiko pengembangan teknologi kecerdasan buatan tingkat lanjut. Uni Eropa siap bekerja sama dengan Kanada dan Inggris untuk mengevaluasi keamanan AI. Dengan demikian, Uni Eropa memperkuat langkah perlindungan digital secara menyeluruh di kawasan Eropa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan
Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:38 WIB

Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

Dua hari menjelang Pemilu Sela AS, Demokrat Michigan dukung kandidat Republik Mike Rogers, sementara gugatan tim Trump di Alaska ditolak hakim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:38 WIB

Pasar anime Jepang tembus rekor 4,45 triliun yen pada 2025 didorong lonjakan penjualan luar negeri dan tayangan streaming. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Pasar Anime Jepang Cetak 4,45 Triliun Yen, Luar Negeri Dominasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 06:33 WIB