Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Sabtu, 19 September 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Milisi Houthi kuasai Selat Bab el-Mandeb dan pelabuhan Mokha. Simak dampak eskalasi konflik Yaman terhadap harga minyak. Dok: Istimewa.

Milisi Houthi kuasai Selat Bab el-Mandeb dan pelabuhan Mokha. Simak dampak eskalasi konflik Yaman terhadap harga minyak. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, SANAA – Milisi Houthi memperluas wilayah kekuasaan mereka hingga ke kawasan pesisir Laut Merah. Langkah agresif ini mengancam jalur pelayaran internasional dan memicu kenaikan harga minyak dunia.

Perebutan Kota Pelabuhan Mokha dan Selat Strategis

Houthi berhasil menguasai kota pelabuhan strategis Mokha serta beberapa pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Jalur laut ini melayani sekitar 12 persen perdagangan dunia dalam kondisi damai.

Selain itu, posisi milisi kini hanya berjarak 32 kilometer dari pangkalan militer internasional di Djibouti. Oleh karena itu, serangan baru ini memperparah konflik internal Yaman yang telah berlangsung selama 12 tahun.

Serangan Terhadap Fasilitas Minyak dan Sikap AS

Kelompok Houthi juga meluncurkan serangan rudal ke fasilitas minyak dan kapal tanker milik Arab Saudi. Pihak Houthi menegaskan bahwa sasaran utama serangan mereka saat ini berfokus pada infrastruktur Arab Saudi.

Sementara itu, Amerika Serikat belum menunjukkan niat untuk terlibat langsung dalam pertempuran terbaru ini. Namun, utusan Amerika Serikat dan Houthi sempat menggelar pertemuan rahasia di Oman untuk membahas situasi keamanan.

Baca Juga :  Gemerlap Imlek 2026: Perpaduan Robot Kung Fu

Krisis Kemanusiaan dan Gelombang Pengungsian Massal

Pertempuran sengit di wilayah Marib dan Taiz memaksa sekitar 125.000 warga Yaman melarikan diri dari rumah. Lembaga kemanusiaan PBB melaporkan bahwa dana bantuan untuk Yaman baru terpenuhi sekitar 20 persen.

Oleh sebab itu, jutaan warga Yaman berisiko kehilangan akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan dasar. Dengan demikian, eskalasi militer ini memperburuk bencana kemanusiaan terparah di kawasan Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
PM Kanada Mark Carney Sambut Usulan Asosiasi Uni Eropa
Kim Yo Jong Kecam Latihan Militer AS dan Tegaskan Posisi
Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Sabtu, 19 September 2026 - 10:00 WIB

Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center

Sabtu, 19 September 2026 - 09:03 WIB

Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Sabtu, 19 September 2026 - 06:00 WIB

Kim Yo Jong Kecam Latihan Militer AS dan Tegaskan Posisi

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Berita Terbaru

AS setujui penjualan 48 jet tempur F-35 senilai US$24,3 miliar ke Arab Saudi. Simak dampak terhadap keseimbangan militer Timur Tengah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:04 WIB

Hakim AS perintahkan pemberitahuan 30 hari sebelum pembongkaran Kennedy Center. Simak kontroversi nama Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:00 WIB

Milisi Houthi kuasai Selat Bab el-Mandeb dan pelabuhan Mokha. Simak dampak eskalasi konflik Yaman terhadap harga minyak. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:03 WIB