POSNEWS.CO.ID, SANAA – Milisi Houthi memperluas wilayah kekuasaan mereka hingga ke kawasan pesisir Laut Merah. Langkah agresif ini mengancam jalur pelayaran internasional dan memicu kenaikan harga minyak dunia.
Perebutan Kota Pelabuhan Mokha dan Selat Strategis
Houthi berhasil menguasai kota pelabuhan strategis Mokha serta beberapa pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Jalur laut ini melayani sekitar 12 persen perdagangan dunia dalam kondisi damai.
Selain itu, posisi milisi kini hanya berjarak 32 kilometer dari pangkalan militer internasional di Djibouti. Oleh karena itu, serangan baru ini memperparah konflik internal Yaman yang telah berlangsung selama 12 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan Terhadap Fasilitas Minyak dan Sikap AS
Kelompok Houthi juga meluncurkan serangan rudal ke fasilitas minyak dan kapal tanker milik Arab Saudi. Pihak Houthi menegaskan bahwa sasaran utama serangan mereka saat ini berfokus pada infrastruktur Arab Saudi.
Sementara itu, Amerika Serikat belum menunjukkan niat untuk terlibat langsung dalam pertempuran terbaru ini. Namun, utusan Amerika Serikat dan Houthi sempat menggelar pertemuan rahasia di Oman untuk membahas situasi keamanan.
Krisis Kemanusiaan dan Gelombang Pengungsian Massal
Pertempuran sengit di wilayah Marib dan Taiz memaksa sekitar 125.000 warga Yaman melarikan diri dari rumah. Lembaga kemanusiaan PBB melaporkan bahwa dana bantuan untuk Yaman baru terpenuhi sekitar 20 persen.
Oleh sebab itu, jutaan warga Yaman berisiko kehilangan akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan dasar. Dengan demikian, eskalasi militer ini memperburuk bencana kemanusiaan terparah di kawasan Timur Tengah.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













