12 ECU Truk Dicuri, Mekanik Ditangkap Usai 2 Bulan Diburu Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menangkap mekanik berinisial FF yang diduga mencuri 12 ECU truk trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. (Posnews/Ist)

Polisi menangkap mekanik berinisial FF yang diduga mencuri 12 ECU truk trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Saat sebagian besar aktivitas pelabuhan mulai senyap menjelang dini hari, seorang mekanik berinisial FF justru diduga bergerak mencari sasaran.

Truk trailer yang terparkir di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi targetnya.

Polisi akhirnya menghentikan aksi tersebut. FF ditangkap setelah diduga mencuri 12 Electronic Control Unit (ECU) atau head unit truk trailer di kawasan pelabuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima rangkaian laporan kehilangan ECU yang terjadi hingga 19 kali. Dari 19 lokasi kejadian, delapan di antaranya dilaporkan secara resmi ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP AA Ngurah Made Pandu Prabawa mengatakan polisi membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk membongkar aksi tersebut.

β€œKami melakukan pengintaian dan penyelidikan selama dua bulan untuk menangkap pelaku ini,” kata Pandu, dikutip Jumat (18/9/2026).

Beraksi Saat Pelabuhan Sepi

Penyidik menduga FF memahami kondisi truk dan kawasan pelabuhan karena bekerja sebagai mekanik. Ia disebut kerap menyasar lokasi pada jam yang dianggap rawan.

Polisi mencatat aksi pencurian biasanya berlangsung sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB.

Baca Juga :  Bongkar Sarang Narkoba Pekanbaru, 4,2 Kg Sabu & 108 Ekstasi Disita - Dikendalikan Suami-Istri

FF juga diketahui kerap masuk ke kawasan pelabuhan. Karena itu, petugas tidak hanya melakukan pengintaian, tetapi juga berkoordinasi dengan Port Facility Security Officer (PFSO) Pelindo Tanjung Priok untuk memantau pergerakannya.

Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Polisi mengantongi ciri-ciri pelaku sebelum menangkap FF pada Rabu, 26 Agustus 2026.

12 ECU Dicuri, Dijual Lewat Marketplace

Dalam pemeriksaan, FF mengaku melakukan 12 pencurian seorang diri.

β€œPelaku mengaku bahwa 12 kejadian memang dilakukan dirinya seorang. Ini pelaku tunggal,” ujar Pandu.

Setelah mengambil ECU, pelaku diduga tidak menyimpannya dalam waktu lama. Polisi menemukan jejak penjualan melalui marketplace di dalam telepon seluler FF.

Sejumlah foto ECU hasil pencurian juga ditemukan di ponselnya. Barang tersebut kemudian ditawarkan secara daring dengan harga sekitar Rp1,7 juta hingga Rp3,5 juta per unit.

Padahal, polisi menyebut harga ECU baru berada di kisaran Rp25 juta hingga Rp35 juta. Selisih harga yang jauh tersebut menunjukkan besarnya nilai komponen yang menjadi sasaran pencurian.

Polisi Dalami 19 Kasus Kehilangan

Pengungkapan ini tidak serta-merta menutup seluruh rangkaian kasus kehilangan ECU di kawasan pelabuhan.

Polisi masih memiliki catatan 19 lokasi kehilangan, sementara delapan laporan resmi telah diterima.

Di sisi lain, FF mengaku bertanggung jawab atas 12 kejadian. Perbedaan angka tersebut menjadi bagian dari informasi yang perlu dicermati dalam proses penyidikan.

Baca Juga :  Tragedi Genset Masjid di Tanah Datar, 2 Remaja Meninggal Keracunan CO

Karena itu, penyidik masih dapat mendalami apakah seluruh laporan kehilangan memiliki keterkaitan dengan FF atau terdapat pelaku maupun pola lain.

Dalih untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

Di hadapan penyidik, FF mengaku melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, alasan tersebut tidak menghapus dugaan tindak pidana yang kini menjeratnya. Polisi tetap memproses perkara berdasarkan bukti dan hasil penyidikan.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi pengelola kawasan pelabuhan dan perusahaan transportasi.

Komponen kendaraan bernilai tinggi tetap menjadi sasaran kejahatan ketika sistem pengamanan dan pengawasan memiliki celah.

Selain itu, pengamanan tidak cukup hanya mengandalkan penjagaan fisik.

Pemantauan pada jam rawan, pemeriksaan akses masuk, kamera pengawas, serta koordinasi antara pengelola pelabuhan dan aparat dapat membantu mempersempit ruang gerak pelaku.

Terancam 7 Tahun Penjara

Polisi telah menetapkan FF sebagai tersangka.

Penyidik menjeratnya dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan pemberatan serta Pasal 476 KUHP tentang pencurian biasa.

Atas sangkaan tersebut, FF terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara proses hukum berjalan, polisi masih mendalami rangkaian kehilangan ECU di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Penelusuran tersebut penting untuk memastikan jumlah kejadian yang berkaitan dengan tersangka sekaligus mengungkap kemungkinan adanya pihak lain. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita
Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:20 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Senin, 2 November 2026 - 17:31 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Berita Terbaru

Pasar anime Jepang tembus rekor 4,45 triliun yen pada 2025 didorong lonjakan penjualan luar negeri dan tayangan streaming. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Pasar Anime Jepang Cetak 4,45 Triliun Yen, Luar Negeri Dominasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 06:33 WIB