Pilkades Bekasi Tinggal Hitungan Jam, MUI: Beda Pilihan Jangan Bermusuhan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof KH Mahmud menyerukan Pilkades damai dan bermartabat. (Posnews/Ist)

Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof KH Mahmud menyerukan Pilkades damai dan bermartabat. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Besok, pilihan warga Kabupaten Bekasi akan menentukan siapa yang dipercaya memimpin desa masing-masing.

Namun, setelah suara dihitung dan pemenang ditetapkan, warga tetap harus kembali hidup berdampingan sebagai tetangga.

Pesan itulah yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MUI Kabupaten Bekasi mengeluarkan imbauan resmi melalui surat Nomor 05/MUI/KAB-BKS/IX/2026 tentang Pilkades Damai.

Seruan tersebut mengajak masyarakat menjaga pelaksanaan Pilkades tetap aman, damai, dan bermartabat.

Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi Prof KH Mahmud meminta masyarakat menggunakan hak pilih dengan baik dan bertanggung jawab sesuai pilihan masing-masing.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik sesuai pilihan masing-masing,” ujar KH Mahmud di Cikarang dikutip, Sabtu (19/9/2026).

Beda Pilihan Jangan Putus Persaudaraan

Menurut KH Mahmud, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Karena itu, perbedaan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi permusuhan.

Ia mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan meskipun pilihan calon kepala desa berbeda.

“Mari kita menjaga persatuan dan kesatuan, ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di atas perbedaan pilihan,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting karena Pilkades berlangsung langsung di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Rute Transjakarta Diubah saat Jakarta Penuh Warna 2025, Catat Perubahannya

Para calon dan pendukung bukan hanya berhadapan saat kampanye, tetapi juga akan kembali bertemu sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, MUI mengingatkan agar perbedaan dukungan tidak membuat hubungan antartetangga, keluarga, maupun kelompok masyarakat menjadi renggang.

MUI Ingatkan Politik Uang dan Hoaks

Selain menjaga persatuan, MUI Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat agar menjauhi sejumlah praktik yang dapat mencederai proses pemilihan.

KH Mahmud secara khusus meminta warga menghindari politik uang atau risywah, ujaran kebencian, serta penyebaran informasi bohong atau hoaks.

“Hindari risywah (politik uang), ujaran kebencian dan hoaks. Perbedaan pilihan harus kita hormati sebagai bagian dari demokrasi yang bermartabat,” ujarnya.

Imbauan tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan sumber dan kebenarannya.

Terlebih, pada masa menjelang pemungutan suara, informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat memengaruhi suasana di tengah masyarakat.

Karena itu, warga diharapkan menahan diri untuk tidak menyebarkan konten provokatif maupun tuduhan terhadap calon tertentu yang belum terbukti.

Pilih Pemimpin dengan Tanggung Jawab

MUI Kabupaten Bekasi juga mengingatkan bahwa hak pilih merupakan tanggung jawab masyarakat.

KH Mahmud mengajak warga mempertimbangkan rekam jejak, integritas, serta kepedulian calon terhadap masyarakat sebelum menentukan pilihan.

“Pilihlah pemimpin yang beriman, bertakwa, jujur, amanah, adil dan peduli terhadap kemaslahatan umat,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan sebagai ajakan moral kepada masyarakat agar Pilkades tidak sekadar menjadi momentum memilih seseorang untuk menduduki jabatan kepala desa.

Baca Juga :  Kerusakan Akibat Demo Capai Rp950 Miliar, AHY Ungkap Jakarta Paling Parah

Lebih dari itu, pemimpin yang terpilih nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan warga, mulai dari pelayanan pemerintahan, pembangunan desa, hingga persoalan sosial masyarakat.

154 Desa Gelar Pilkades

Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi dijadwalkan berlangsung Minggu (20/9/2026). Sebanyak 154 desa akan melaksanakan pemilihan secara serentak.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya menyiapkan anggaran sekitar Rp59,95 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pilkades di 154 desa yang tersebar di 17 kecamatan.

Di sisi keamanan, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi telah menyiapkan pola pengamanan yang disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

Polisi juga mengimbau para calon dan pendukung untuk siap menerima hasil pemilihan serta menghindari provokasi, intimidasi, dan ancaman.

Bahkan, Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi membentuk satuan tugas untuk mengantisipasi dugaan praktik perjudian atau botoh yang dapat memengaruhi proses Pilkades.

Dengan berbagai persiapan tersebut, masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan apakah pesta demokrasi tingkat desa dapat berlangsung dengan tertib.

Pada akhirnya, siapa pun calon yang memperoleh suara terbanyak, warga tetap memiliki tanggung jawab yang sama: menjaga keamanan, menghormati hasil pemilihan, dan mempertahankan kerukunan.

Sebab, perbedaan pilihan hanya berlangsung di bilik suara. Setelah itu, persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat harus tetap berjalan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya
Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan
Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir
Jangan Lupa Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sabtu Ini
Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi
Jumat 18 September, Hujan Ringan Berpeluang Guyur Jakarta hingga Tangerang
Dugaan Pungli Rp10 Ribu di Kalijodo Viral, Pramono Minta Renovasi Total
Patroli Siber Bongkar Bisnis Foto 6 WN China di Tangerang, Ini Modusnya

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:50 WIB

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya

Minggu, 20 September 2026 - 08:04 WIB

Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan

Minggu, 20 September 2026 - 07:09 WIB

Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir

Sabtu, 19 September 2026 - 13:40 WIB

Pilkades Bekasi Tinggal Hitungan Jam, MUI: Beda Pilihan Jangan Bermusuhan

Sabtu, 19 September 2026 - 05:34 WIB

Jangan Lupa Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sabtu Ini

Berita Terbaru

Ilustrasi, musim hujan Jakarta diprediksi BMKG mulai Oktober 2026 dan mencapai puncak pada Januari-Februari 2027.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:50 WIB