Konflik Papua Memanas, Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Lindungi Warga

Minggu, 20 September 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Posnews/Ist)

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Konflik bersenjata di Papua kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warga sipil dan aparat keamanan menjadi korban penembakan kelompok bersenjata.

Kondisi ini mendorong pemerintah memperkuat pengamanan sekaligus mencari pendekatan yang lebih luas untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan prajurit TNI terus menggelar operasi keamanan di berbagai wilayah Papua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurutnya, kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri karena wilayah Papua sangat luas dan memiliki kawasan pegunungan yang ekstrem.

β€œYa, kita sudah menggelar satuan-satuan di Papua, memang Papua wilayahnya kan sangat luas ya, ya besar sekali wilayahnya dan wilayah terdiri dari pegunungan-pegunungan yang ekstrem ya,” kata Agus saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026).

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak

Salah satu kasus terbaru terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada 9 September 2026.

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik, meninggal dunia setelah ditembak kelompok bersenjata ketika menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Bastille Day 2026: Pigai Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Semakin Strategis

Ketiganya bersama lima rekan membawa bantuan berupa bibit babi sekaligus menjalankan kegiatan pelayanan pertanian. Dalam perjalanan kembali, rombongan mereka diduga diadang kelompok bersenjata.

Polisi kemudian mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut. Keduanya disebut masuk dalam daftar pencarian orang terkait sejumlah kasus kriminal di Papua.

Meski demikian, proses penyidikan masih berjalan untuk memastikan keterlibatan dan jaringan kelompok tersebut.

Panglima TNI: Papua Tak Bisa Ditangani Sendiri

Agus menegaskan penyelesaian persoalan keamanan di Papua tidak cukup hanya dengan pengerahan pasukan.

Pemerintah daerah dan kementerian terkait juga perlu mengambil peran sesuai bidang masing-masing.

β€œDan menyelesaikan Papua saya rasa tidak hanya oleh TNI, semuanya harus berkolaborasi: pemerintah daerah, kementerian-kementerian, karena di sana juga ya masih samalah di semua wilayah,” ujarnya.

Menurut Agus, kolaborasi tersebut penting karena persoalan Papua tidak hanya berkaitan dengan keamanan.

Pembangunan, akses masyarakat, pelayanan publik, serta penguatan ekonomi juga ikut menentukan kondisi sosial di daerah.

Infrastruktur Ikut Jadi Kunci

Agus mencontohkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu kebutuhan yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Menurut dia, akses jalan dan jembatan yang memadai dapat memperlancar aktivitas warga, termasuk membawa hasil pertanian menuju pasar.

Baca Juga :  Anggota KKB Pimpinan Egianus Kogoya Berhasil Diamankan Satgas Ops Damai Cartenz

β€œSupaya kesejahteraan masyarakat, ekonominya juga lancar, masyarakat bercocok tanam bisa segera dijual kalau jembatannya ada. Kalau enggak kan harus muter berjam-jam,” katanya.

Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keamanan.

β€œJadi semuanya harus berkolaborasi antara TNI dengan kementerian-kementerian,” sambung Agus.

Perlindungan Warga Jadi Perhatian

Sejumlah lembaga juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di tengah konflik Papua.

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), misalnya, menyerukan agar warga sipil tidak menjadi sasaran maupun instrumen dalam konflik bersenjata.

Sementara itu, Pansus Papua DPD RI meminta pemerintah mengevaluasi strategi pengamanan dan penyelesaian konflik secara menyeluruh setelah penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya.

Dengan demikian, pengamanan Papua menghadapi tantangan yang kompleks.

Operasi keamanan tetap diperlukan untuk melindungi masyarakat, tetapi pemerintah juga perlu memastikan pembangunan dan pelayanan publik terus berjalan.

Bagi warga Papua, keamanan bukan hanya soal terbebas dari ancaman kekerasan.

Akses jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi juga menjadi bagian penting dari upaya membangun kehidupan yang lebih aman dan sejahtera. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari
Lowongan Kerja Google September 2026, Lulusan S1 Bisa Daftar
Kemenag Batasi HP di Sekolah, Ini Aturan yang Wajib Diketahui Orang Tua
Prabowo di Gontor: Tak Boleh Ada Orang Lapar dan Koruptor
Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 12:22 WIB

Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari

Minggu, 20 September 2026 - 12:11 WIB

Konflik Papua Memanas, Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Lindungi Warga

Sabtu, 19 September 2026 - 21:21 WIB

Kemenag Batasi HP di Sekolah, Ini Aturan yang Wajib Diketahui Orang Tua

Sabtu, 19 September 2026 - 17:03 WIB

Prabowo di Gontor: Tak Boleh Ada Orang Lapar dan Koruptor

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Hideo Kojima Ungkap Tema Perang Dingin Game PHYSINT

Minggu, 20 Sep 2026 - 08:33 WIB