Jadwal Ramadan 2027 Menurut Muhammadiyah: Puasa Mulai 8 Februari

Minggu, 20 September 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kalender Ramadan 1448 H Muhammadiyah menetapkan awal puasa 8 Februari 2027. (Posnews/Ist)

Kalender Ramadan 1448 H Muhammadiyah menetapkan awal puasa 8 Februari 2027. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Umat Islam mulai bisa mempersiapkan diri menyambut Ramadan 1448 Hijriah.

Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah menetapkan rangkaian tanggal penting Ramadan hingga Idulfitri 2027.

Berdasarkan kalender resmi KHGT, 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika mengikuti kalender tersebut, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa selama 29 hari dan memasuki 1 Syawal pada Selasa, 9 Maret 2027.

Penetapan ini menjadi salah satu acuan bagi warga Muhammadiyah.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa tanggal tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan sistem KHGT dan bukan keputusan resmi pemerintah Indonesia.

Jadwal Ramadan 1448 H Muhammadiyah

Kalender KHGT mencatat sejumlah tanggal penting yang dapat menjadi panduan persiapan umat Islam.

Berikut jadwalnya:

  • 1 Ramadan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027
  • 17 Ramadan 1448 H/Nuzulul Quran: Rabu, 24 Februari 2027
  • 29 Ramadan 1448 H: Senin, 8 Maret 2027
  • 1 Syawal 1448 H/Idulfitri: Selasa, 9 Maret 2027
Baca Juga :  KPK Endus Aliran Uang Suap Proyek Bekasi ke Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono

Dengan demikian, menurut KHGT, Ramadan 1448 H berlangsung selama 29 hari, mulai 8 Februari hingga 8 Maret 2027. Keesokan harinya, umat Islam memasuki 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri.

Mengapa Tanggal Bisa Berbeda?

Perbedaan penetapan awal Ramadan dan Idulfitri bukan hal baru. Setiap organisasi Islam dapat menggunakan metode penanggalan yang berbeda sesuai prinsip dan kriteria yang dianut.

Muhammadiyah menggunakan KHGT yang mengedepankan metode hisab hakiki kontemporer. Sistem tersebut menghitung posisi benda-benda langit secara astronomis untuk menentukan awal bulan Hijriah.

KHGT dirancang agar kalender Hijriah dapat digunakan secara seragam secara global.

Sementara itu, pemerintah Indonesia memiliki mekanisme tersendiri.

Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan dan Syawal melalui Sidang Isbat.

Proses tersebut menggunakan hasil hisab dan rukyatulhilal dengan kriteria imkanurrukyat yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026.

Pemerintah Belum Menetapkan Awal Ramadan 2027

Karena Ramadan 1448 H masih beberapa bulan lagi, pemerintah belum menetapkan secara final tanggal 1 Ramadan dan 1 Syawal 1448 H.

Sesuai aturan, Sidang Isbat untuk Ramadan dilaksanakan pada 29 Syakban, sedangkan untuk Idulfitri dilaksanakan pada 29 Ramadan.

Forum tersebut melibatkan unsur pemerintah, DPR, MUI, organisasi kemasyarakatan Islam, serta pakar atau ahli.

Baca Juga :  Jasad Balita Terbungkus Karung di Konawe Selatan Diduga Korban Pembunuhan

Artinya, masyarakat sebaiknya tidak langsung menganggap tanggal 8 Februari 2027 sebagai keputusan final pemerintah.

Tanggal tersebut merupakan acuan KHGT Muhammadiyah, sedangkan keputusan pemerintah akan keluar setelah proses hisab dan rukyat serta Sidang Isbat.

Persiapan Ramadan Bisa Dimulai Lebih Awal

Meski penetapan pemerintah masih menunggu waktunya, persiapan menyambut Ramadan dapat dilakukan sejak sekarang.

Selain mempersiapkan kebutuhan ibadah, umat Islam juga dapat mulai mengatur aktivitas keluarga, pekerjaan, pendidikan, hingga agenda sosial selama bulan suci.

Ramadan bukan sekadar perubahan jadwal makan dan aktivitas harian. Bulan ini juga menjadi momentum memperkuat kepedulian, memperbanyak ibadah, berbagi dengan sesama, serta memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Dengan memahami perbedaan mekanisme penetapan tanggal, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas.

Perbedaan hasil perhitungan juga perlu disikapi secara bijak sambil menunggu keputusan resmi masing-masing otoritas keagamaan.

Jadi, catat tanggalnya: menurut KHGT Muhammadiyah, Ramadan 1448 H dimulai Senin, 8 Februari 2027 dan Idulfitri jatuh Selasa, 9 Maret 2027.

Untuk penetapan pemerintah, masyarakat tetap menunggu hasil Sidang Isbat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI
Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti
Kapolri Ungkap 92 Kasus Karhutla Naik Penyidikan, Korporasi Mulai Didalami
Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya
Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB
25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla
Kapolri Suyudi: Jangan Hanya Jaga Keamanan, Dengarkan Keluhan Warga
KPK OTT BNPB, Sestama Rustian Ikut Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:49 WIB

25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB