POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Kelompok Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sasaran sensitif di Riyadh pada Sabtu.
Serangan Rudal Houthi dan Respons Arab Saudi
Asap hitam membubung tinggi di dekat area bandara utama Riyadh akibat gempuran tersebut.
Selain itu, Houthi juga menyerang fasilitas minyak milik perusahaan Aramco di kota pelabuhan Yanbu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasukan koalisi militer Arab Saudi berhasil mencegat sebuah rudal Houthi di atas wilayah ibu kota.
Petugas pertahanan sipil Saudi sempat menyebarkan peringatan bahaya udara melalui ponsel warga sebelum kondisi aman.
Alasan Eskalasi dan Dukungan Sekutu Regional
Juru bicara militer Houthi menyebut operasi ini sebagai balasan atas serangan Saudi di kota Sanaa.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menawarkan bantuan teknis militer kepada Arab Saudi.
Turki menyampaikan tawaran tersebut berdasarkan pakta pertahanan bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi.
Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB mengecam keras tindakan Houthi yang mengancam stabilitas kawasan.
Inisiatif Diplomatik dan Sikap Iran
Pejabat tinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan keinginan untuk mengakhiri perselisihan militer di Yaman.
Pihak Iran terus melangsungkan konsultasi dengan mediator asal Qatar dan Pakistan.
Meskipun demikian, Presiden AS Donald Trump belum memberikan tanggapan resmi terkait tawaran negosiasi tersebut.
Konflik ini semakin memperburuk ketegangan jalur pasokan energi global di kawasan Timur Tengah.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












