Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengecam keras para pengkritik perkembangan teknologi kecerdasan buatan pada Sabtu.

Trump Umumkan Pembentukan AI Force dan AI Czar

Trump menuding kelompok liberal berusaha menghancurkan industri kecerdasan buatan secara sistematis melalui berbagai regulasi ketat.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan menghambat atau membatasi pertumbuhan industri AI di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump mengumumkan rencana pembentukan AI Force untuk memburu dan menindak para pelaku industri nakal.

Ia juga berjanji akan segera menunjuk seorang koordinator khusus AI atau AI Czar.

Baca Juga :  Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Skeptisisme Publik dan Peringatan Bahaya Eksistensial AI

Dukungan kuat Trump muncul saat jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga AS menolak pembangunan pusat data.

Warga mengeluhkan konsumsi energi pusat data yang sangat besar di lingkungan permukiman mereka.

Trump juga mengabaikan peringatan serius dari para pakar mengenai bahaya perkembangan AI yang terlalu cepat.

Mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon memperingatkan bahwa AI dapat mengancam kelangsungan hidup manusia pada akhir dekade.

Trump menyebut berbagai peringatan bahaya eksistensial AI tersebut sebagai isu bohong atau hoaks belaka.

Baca Juga :  Gelombang Pembunuhan Berencana Rusia Incar Aktivis

Kompetisi dengan China dan Jajak Pendapat Istilah AI

Trump menilai Amerika Serikat tidak boleh kalah dalam persaingan teknologi melawan rival utamanya China.

Ia mengklaim kepemimpinan presiden yang kuat sudah cukup menjadi pelindung terbaik bagi perkembangan AI.

Melalui media sosial Truth Social Trump mengadakan jajak pendapat umum untuk mengganti istilah kecerdasan buatan.

Ia menawarkan tiga pilihan nama baru yaitu Superior Intelligence Extreme Intelligence dan Supreme Intelligence.

Trump meminta seluruh masyarakat Amerika Serikat memberikan suara mereka untuk memilih nama Revolusi AI terbaik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman
PM Kanada Mark Carney Sambut Usulan Asosiasi Uni Eropa

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Berita Terbaru

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:58 WIB

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:55 WIB

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB