Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump melontarkan lelucon soal nama Mohammad dan presiden Iran saat kampanye di Georgia, memicu kritik dari kelompok advokasi Muslim. Dok: Istimewa.

Donald Trump melontarkan lelucon soal nama Mohammad dan presiden Iran saat kampanye di Georgia, memicu kritik dari kelompok advokasi Muslim. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengecam keras para pengkritik perkembangan teknologi kecerdasan buatan pada Sabtu.

Trump Umumkan Pembentukan AI Force dan AI Czar

Trump menuding kelompok liberal berusaha menghancurkan industri kecerdasan buatan secara sistematis melalui berbagai regulasi ketat.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan menghambat atau membatasi pertumbuhan industri AI di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump mengumumkan rencana pembentukan AI Force untuk memburu dan menindak para pelaku industri nakal.

Ia juga berjanji akan segera menunjuk seorang koordinator khusus AI atau AI Czar.

Baca Juga :  Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Skeptisisme Publik dan Peringatan Bahaya Eksistensial AI

Dukungan kuat Trump muncul saat jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga AS menolak pembangunan pusat data.

Warga mengeluhkan konsumsi energi pusat data yang sangat besar di lingkungan permukiman mereka.

Trump juga mengabaikan peringatan serius dari para pakar mengenai bahaya perkembangan AI yang terlalu cepat.

Mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon memperingatkan bahwa AI dapat mengancam kelangsungan hidup manusia pada akhir dekade.

Trump menyebut berbagai peringatan bahaya eksistensial AI tersebut sebagai isu bohong atau hoaks belaka.

Baca Juga :  Ambisi BRICS+: Membangun Tatanan Dunia di Luar Kendali Barat

Kompetisi dengan China dan Jajak Pendapat Istilah AI

Trump menilai Amerika Serikat tidak boleh kalah dalam persaingan teknologi melawan rival utamanya China.

Ia mengklaim kepemimpinan presiden yang kuat sudah cukup menjadi pelindung terbaik bagi perkembangan AI.

Melalui media sosial Truth Social Trump mengadakan jajak pendapat umum untuk mengganti istilah kecerdasan buatan.

Ia menawarkan tiga pilihan nama baru yaitu Superior Intelligence Extreme Intelligence dan Supreme Intelligence.

Trump meminta seluruh masyarakat Amerika Serikat memberikan suara mereka untuk memilih nama Revolusi AI terbaik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian
Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi
Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:49 WIB

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 November 2026 - 10:38 WIB

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Berita Terbaru

Mahkamah Agung AS menolak upaya pemerintah Trump memisahkan dua puluh ribu surat suara di California. Simak ulasan keputusan hukum. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 Nov 2026 - 13:49 WIB

Korea Utara menolak tuduhan Amerika Serikat terkait pencurian mata uang kripto senilai enam miliar dolar di Binance. Simak bantahan resmi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 Nov 2026 - 13:41 WIB

Jokowi memperlihatkan ijazah SD hingga UGM saat memberikan kesaksian dalam sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur.

NASIONAL

Jokowi tunjukkan ijazah di sidang Roy Suryo

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:46 WIB

Presiden Pengadilan Pidana Internasional menanggapi sanksi pemerintah Amerika Serikat melalui sidang Perserikatan Bangsa Bangsa. Simak rincian pidato. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:38 WIB

Studio Bungie mengungkap rencana pemulihan konten lama permainan Destiny Dua hingga tahun dua ribu dua puluh delapan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Studio Bungie Mengungkap Pemulihan Konten Destiny 2

Kamis, 5 Nov 2026 - 09:38 WIB