POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengecam keras para pengkritik perkembangan teknologi kecerdasan buatan pada Sabtu.
Trump Umumkan Pembentukan AI Force dan AI Czar
Trump menuding kelompok liberal berusaha menghancurkan industri kecerdasan buatan secara sistematis melalui berbagai regulasi ketat.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan menghambat atau membatasi pertumbuhan industri AI di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump mengumumkan rencana pembentukan AI Force untuk memburu dan menindak para pelaku industri nakal.
Ia juga berjanji akan segera menunjuk seorang koordinator khusus AI atau AI Czar.
Skeptisisme Publik dan Peringatan Bahaya Eksistensial AI
Dukungan kuat Trump muncul saat jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga AS menolak pembangunan pusat data.
Warga mengeluhkan konsumsi energi pusat data yang sangat besar di lingkungan permukiman mereka.
Trump juga mengabaikan peringatan serius dari para pakar mengenai bahaya perkembangan AI yang terlalu cepat.
Mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon memperingatkan bahwa AI dapat mengancam kelangsungan hidup manusia pada akhir dekade.
Trump menyebut berbagai peringatan bahaya eksistensial AI tersebut sebagai isu bohong atau hoaks belaka.
Kompetisi dengan China dan Jajak Pendapat Istilah AI
Trump menilai Amerika Serikat tidak boleh kalah dalam persaingan teknologi melawan rival utamanya China.
Ia mengklaim kepemimpinan presiden yang kuat sudah cukup menjadi pelindung terbaik bagi perkembangan AI.
Melalui media sosial Truth Social Trump mengadakan jajak pendapat umum untuk mengganti istilah kecerdasan buatan.
Ia menawarkan tiga pilihan nama baru yaitu Superior Intelligence Extreme Intelligence dan Supreme Intelligence.
Trump meminta seluruh masyarakat Amerika Serikat memberikan suara mereka untuk memilih nama Revolusi AI terbaik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












