POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan bilateral pertama dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.
Kedua pemimpin bertemu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York selama 40 menit.
Trump Memuji Kapabilitas Bisnis Burnham
Trump memuji Burnham sebagai seorang pebisnis alami yang berjiwa patriotik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai Burnham sanggup membangkitkan perekonomian Inggris usai menggantikan Keir Starmer pada Juli lalu.
Trump mengaku sudah beberapa kali melakukan pembicaraan telepon dengan Burnham sebelum pertemuan langsung ini.
Kedua pemimpin menunjukkan keharmonisan hubungan diplomatik dalam menyikapi berbagai isu global.
Fokus Pengembangan AI dan Kritik Kesepakatan Chagos
Burnham memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mendorong kerja sama pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Trump menyambut baik pandangan Burnham yang menolak pembatasan berlebihan terhadap industri AI.
Namun Trump memberikan kritik keras terhadap kesepakatan Inggris mengenai Kepulauan Chagos.
Trump menyebut pengalihan kedaulatan wilayah tersebut ke Mauritius sebagai sebuah keputusan yang sangat buruk.
Burnham memberi sinyal untuk meninjau ulang kesepakatan Kepulauan Chagos sesuai masukan Trump.
Rencana Stabilitas Inggris dan Visi 10 Tahun
Burnham menegaskan komitmennya untuk mengakhiri gejolak politik Inggris pasca-keputusan Brexit tahun 2016.
Ia memaparkan rencana strategis 10 tahun demi menjamin kepastian investasi bagi para pelaku usaha.
Burnham juga menggelar dialog bersama para pemimpin perusahaan global seperti Apple dan Citigroup.
Langkah diplomatik ini membuka jalan bagi Inggris untuk kembali memimpin pengembangan AI global.













