Tanggul Laut 3 Km di Cilincing Bikin Nelayan Pusing, Jalur Kapal Tertutup!

Rabu, 10 September 2025 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, yang menuai protes nelayan karena dinilai mengganggu jalur mencari ikan. Dok-Istimewa

Tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, yang menuai protes nelayan karena dinilai mengganggu jalur mencari ikan. Dok-Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tanggul laut sepanjang 2–3 kilometer di Cilincing, Jakarta Utara, viral di media sosial karena dikeluhkan nelayan. Mereka menyebut tanggul beton tersebut menghalangi jalur perlintasan kapal dan memaksa nelayan memutar lebih jauh untuk melaut.

Video yang diunggah akun Instagram @cilincinginfo memperlihatkan seorang nelayan mengkritik pembangunan tanggul. “Tanggul beton di pesisir Cilincing bikin nelayan kesulitan melintas. Panjangnya sekitar 2–3 kilometer. Jalur lama tertutup, kami harus memutar jauh untuk mencari ikan,” keluh nelayan itu, dikutip Rabu (10/9/2025).

Baca Juga :  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Melayat Keluarga Pengemudi Ojol Korban Unjuk Rasa

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menegaskan pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Ia menyebut tanggul tersebut merupakan bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), yang digarap bersama pemerintah pusat untuk menahan banjir rob.

“Saya koordinasi dengan pihak terkait. Ya, itu termasuk proyek NCICD,” ujar Hasudungan.

Sebagai informasi, proyek NCICD atau Giant Sea Wall Jakarta sudah berjalan sejak 2014. Tahap A meliputi pembangunan tanggul pantai di sepanjang 46 kilometer pesisir Jakarta, termasuk Cilincing, untuk mengatasi banjir rob akibat penurunan muka tanah dan kenaikan muka laut. Data Kementerian PUPR 2025 mencatat, tanggul sudah terbangun sepanjang 13 kilometer dan ditargetkan selesai 2027.

Baca Juga :  Truk Kontainer Hantam Bajaj di Flyover Cilincing, Sopir Terjepit dan Lalu Lintas Lumpuh

Namun, protes nelayan Cilincing menambah catatan soal dampak sosial proyek NCICD. Mereka berharap pemerintah menyiapkan jalur khusus kapal nelayan agar tidak kehilangan akses mencari ikan. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Clandestine Lab Etomidate di Taman Sari Digerebek Polda Metro, Satu Pelaku Ditangkap
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:15 WIB

Clandestine Lab Etomidate di Taman Sari Digerebek Polda Metro, Satu Pelaku Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04 WIB

Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB