SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SpaceX membatasi kecepatan Starlink militer Ukraina sehingga mengganggu misi drone dan pertahanan udara dari gempuran Rusia. Dok: Istimewa.

SpaceX membatasi kecepatan Starlink militer Ukraina sehingga mengganggu misi drone dan pertahanan udara dari gempuran Rusia. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KYIV – Perusahaan SpaceX milik Elon Musk membatasi layanan internet satelit Starlink versi militer di Ukraina.

Kebijakan mendadak ini mengganggu operasional drone tempur serta sistem pertahanan udara Ukraina dalam menghadapi gempuran Rusia.

Bahkan, pembatasan kecepatan ini berdampak langsung pada kegagalan sejumlah misi militer Ukraina di garis depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak Pembatasan Terhadap Pertahanan Udara

Pasukan pertahanan Ukraina memasang penerima sinyal Starlink pada berbagai sistem pemandu drone penangkis serangan udara.

Baca Juga :  PM Mark Carney Peringatkan Alberta soal Bahaya Separatisme

Namun, SpaceX memberlakukan batas kecepatan hingga 160 km/jam yang memutuskan koneksi navigasi perangkat drone secara mendadak.

Akibatnya, militer Ukraina kesulitan menangkal serangan rudal serta drone buatan Rusia yang menghantam fasilitas energi.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menilai keputusan pembatasan sinyal Starlink tersebut merupakan sebuah kesalahan yang sangat besar.

Sebab, kebijakan ini berpotensi meningkatkan jumlah korban jiwa dari pihak warga sipil maupun tentara Ukraina.

Pernyataan Elon Musk Dan Ketegangan Politik

Sementara itu, Elon Musk menegaskan bahwa pemerintah serta militer Amerika Serikat memegang kendali penuh atas Starlink.

Baca Juga :  Putin Sebut Ada Peluang Capai Kesepakatan Akhiri Perang

Ia menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat menentukan seluruh batasan kecepatan maupun penggunaan sistem komunikasi satelit tersebut.

Selain itu, ketegangan ini terjadi pasca Gedung Putih menekan Kyiv agar menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia.

Pemerintah Polandia yang membiayai langganan Starlink Ukraina turut mengecam tindakan pembatasan akses komunikasi satelit tersebut.

Meskipun demikian, Ukraina terus berkoordinasi dengan pihak Amerika Serikat dan NATO guna memulihkan akses internet militer.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur
Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:22 WIB

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Berita Terbaru

Kelompok Houthi mengancam terus menggempur markas Saudi Aramco dan bandara Arab Saudi pasca eskalasi perang Yaman memanas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:23 WIB

SpaceX membatasi kecepatan Starlink militer Ukraina sehingga mengganggu misi drone dan pertahanan udara dari gempuran Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:22 WIB

Petugas Brimob menangani ledakan di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Diduga Terkait Gas LPG, Ledakan Pasar Cimanggis Masih Diselidiki

Kamis, 15 Okt 2026 - 06:07 WIB