POSNEWS.CO.ID, VLADIVOSTOK — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ada peluang mencapai kesepakatan damai untuk Ukraina pada Kamis. Ia menyampaikan hal ini dalam forum ekonomi di wilayah timur jauh Rusia.
Putin menyebut sejumlah negara, termasuk AS dan China, siap mendukung penyelesaian damai ini. Namun, ia menegaskan Rusia dan Ukraina sendiri yang harus menyelesaikan konflik tersebut.
Sementara itu, Zelenskyy mengumumkan tanggal awal kunjungan negosiator AS lewat pidato malamnya. Ia menyebut pertemuan akan berlangsung di Moskow dan Kyiv dalam beberapa hari mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Washington, Trump menegaskan keinginannya melihat perang ini segera berakhir. Ia menyampaikan hal ini kepada GB News sehari setelah menyatakan ingin menggelar KTT dengan Putin.
Setelah 4,5 tahun konflik terparah di Eropa sejak Perang Dunia II, kedua pihak jarang menyampaikan optimisme soal perdamaian. Kedua negara terakhir kali bertemu dalam perundingan yang dimediasi AS pada Februari lalu.
Sejak saat itu, kedua negara justru meningkatkan serangan udara jarak jauh ke wilayah masing-masing. Selain itu, konflik di laut juga meningkat tajam dan mendorong kenaikan harga gandum global.
Meski demikian, Putin menilai tindakan terbaru Ukraina justru menjadi hambatan perdamaian. Ia menyebut serangan Ukraina terhadap kapal niaga sipil sebagai “aksi terorisme negara”.
Sebaliknya, Zelenskyy menegaskan Ukraina hanya menargetkan fasilitas militer Rusia, bukan pesawat sipil. Ukraina bahkan telah meminta badan penerbangan PBB melarang operasi penerbangan di wilayah udara Rusia.
Putin menyatakan kontak dengan Ukraina masih berlangsung hingga kini. “Sulit memastikan sejauh mana kontak ini mengarah ke kesepakatan damai,” ujarnya menutup pernyataan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














