POSNEWS.CO.ID, KOPENHAGEN – Kementerian Luar Negeri Denmark memberikan tegasan resmi terkait aktivitas eksplorasi sumber daya alam di wilayah Greenland.
Sebab, Amerika Serikat wajib menjalankan seluruh kegiatan investasi sesuai kerangka hukum dan undang-undang yang berlaku di Greenland.
Pernyataan resmi ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim rencana peluncuran eksplorasi minyak dan gas secara masif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Denmark menegaskan kesepakatan keamanan tripartit bulan lalu tidak mengubah aturan pengelolaan sumber daya alam wilayah tersebut.
Bahkan, perjanjian tersebut tidak memberikan perlakuan khusus kepada investor AS jika kita bandingkan dengan negara anggota NATO lainnya.
Sementara itu, pihak kantor Perdana Menteri Greenland memilih menolak memberikan tanggapan atas unggahan media sosial Presiden Donald Trump.
Klaim Donald Trump Dan Regulasi Ketat Pengelolaan Minyak Greenland
Sebelumnya, Donald Trump menyebut wilayah Greenland sebagai wilayah baru yang indah dalam unggahan pada platform Truth Social.
Ia mengklaim para ahli memprediksi potensi cadangan minyak Greenland jauh melebihi potensi wilayah lain di seluruh dunia.
Namun demikian, Greenland sebenarnya telah melarang seluruh aktivitas eksplorasi minyak baru dan pertambangan uranium sejak tahun 2021.
Saat ini, pemerintah Greenland hanya meninjau izin lama milik perusahaan Greenland Energy asal Texas sebelum aturan pelarangan terbit.
Perusahaan tersebut berencana melakukan pengeboran uji coba pada kawasan pantai timur Greenland pada tahun 2027 mendatang.
Meskipun begitu, pakar keamanan Denmark menilai penyataan Trump menunjukkan ambisi AS yang belum padam terhadap wilayah strategis tersebut.
Perjanjian Pertahanan Dan Penguatan Pangkalan Militer Amerika Serikat
Perjanjian antara AS, Denmark, dan Greenland sebenarnya berfokus pada perluasan kehadiran pangkalan militer di kawasan Arktik.
Sebab, kesepakatan sepuluh halaman tersebut membuka jalan bagi pembangunan dua pangkalan militer baru serta sistem pertahanan rudal.
Selain itu, perjanjian tersebut tetap mengakui kedaulatan Denmark serta hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Greenland.
Donald Trump menilai posisi geografis Greenland memberikan keunggulan strategis bagi sistem pertahanan udara Amerika Serikat dari serangan luar.
Oleh karena itu, Amerika Serikat terus berupaya meningkatkan kehadiran militer mereka untuk menangkal ancaman drone dan rudal.
Namun, Denmark tetap memegang kendali penuh atas aturan hukum investasi dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













