Teror Bom Guncang Moskow, Zelenskyy Desak Bertemu Trump

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Moskow mencekam! Bom bunuh diri tewaskan polisi dekat lokasi pembunuhan jenderal. Zelenskyy minta temu darurat dengan Trump bahas sengketa wilayah. Dok: ABC News.

Ilustrasi, Moskow mencekam! Bom bunuh diri tewaskan polisi dekat lokasi pembunuhan jenderal. Zelenskyy minta temu darurat dengan Trump bahas sengketa wilayah. Dok: ABC News.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Jantung kekuasaan Rusia kembali bergetar oleh teror. Sebuah ledakan bom menewaskan tiga orang di Moskow pada Rabu (24/12/2025). Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah pembunuhan profil tinggi terhadap seorang jenderal senior Rusia.

Komite Investigasi Negara Rusia melaporkan kronologi kejadian. Dua petugas polisi mendekati seorang pria yang bertindak mencurigakan. Tiba-tiba, perangkat peledak meledak.

Akibatnya, kedua petugas tewas seketika. Orang ketiga, yang diduga sebagai pembawa bom, juga tewas di tempat. Meskipun otoritas belum merinci identitas pelaku, saluran berita Telegram Rusia menyebut insiden ini sebagai aksi bom bunuh diri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi ledakan sangat sensitif. Tempat kejadian perkara (TKP) berada sangat dekat dengan lokasi tewasnya Letnan Jenderal Fanil Sarvarov pada Senin lalu. Saat itu, mobil sang jenderal meledak oleh bom yang Rusia klaim ditanam oleh intelijen Ukraina.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Hantam 4 Daerah di Jateng dan Jabar, Ratusan KK Terdampak

Zelenskyy Ingin Jumpa Trump

Di tengah kekerasan yang meningkat, upaya diplomasi terus bergulir alot. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyerukan pertemuan tingkat pemimpin dengan Presiden AS Donald Trump.

Zelenskyy menilai pertemuan tatap muka sangat krusial. Pasalnya, negosiasi tingkat delegasi di Miami akhir pekan lalu belum mampu memecahkan isu-isu paling sensitif, terutama soal kendali wilayah.

“Kami siap untuk pertemuan dengan Amerika Serikat di tingkat pemimpin,” tegas Zelenskyy. Menurutnya, masalah sengketa tanah harus dibahas langsung oleh para kepala negara.

Tarik Ulur “Garis Beku” vs Penarikan Total

Kedua pihak kini sedang mematangkan draf kerangka kerja 20 poin. Dokumen ini merupakan evolusi dari rencana 28 poin sebelumnya. Namun, jurang perbedaan masih menganga lebar.

Posisi Kyiv sangat jelas: “tetap di mana kita berada”. Artinya, Ukraina ingin membekukan garis pertempuran saat ini.

Sebaliknya, Moskow menuntut lebih. Pasukan Rusia, yang bergerak maju perlahan, menginginkan Ukraina menarik seluruh pasukannya dari wilayah Donetsk timur. Padahal, seperempat wilayah tersebut masih berada di bawah kendali Ukraina.

Baca Juga :  Marco Rubio Tuding Hezbollah sebagai Penghambat Kesepakatan Israel-Lebanon

“Jika kita tidak setuju untuk tetap di tempat kita berada, ada dua pilihan: perang berlanjut, atau sesuatu harus diputuskan mengenai zona ekonomi,” ujar Zelenskyy realistis.

Nasib PLTN Zaporizhzhia Menggantung

Selain itu, nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia juga masih gelap. Belum ada kesepakatan mengenai status fasilitas nuklir terbesar di Eropa tersebut yang kini diduduki militer Rusia.

Di Moskow, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi dingin. Ia menyatakan Presiden Vladimir Putin telah menerima laporan dari utusannya, Kirill Dmitriev. Kini, Moskow sedang merumuskan posisi resminya.

Pada akhirnya, bola panas berada di tangan para pemimpin besar. Teror di Moskow dan jalan buntu di meja perundingan menjadi pengingat bahwa perdamaian masih menjadi barang mahal yang sulit terbeli.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB