JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah dalam OTT Bupati Klaten. Kasus ini mencoreng wajah pengawasan keuangan negara.
KPK mengamankan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H Rahmatullah, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
“Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta, di antaranya adalah Bupati Klaten dan juga kepala perwakilan BPK Jawa Tengah,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (16/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, KPK membawa mereka dari Klaten ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026) malam.
Setelah itu, rombongan tiba di Gedung KPK pada Jumat sekitar pukul 07.00 WIB.Dengan demikian, total ada 10 orang yang menjalani pemeriksaan intensif. Rinciannya, sembilan orang dari Klaten dan satu orang dari Jakarta.
Diduga Suap Audit BPK, Uang Disimpan dalam Ember
Selain OTT Bupati, KPK mengungkap dugaan suap yang sangat memprihatinkan. KPK menduga Bupati Klaten memberikan uang kepada oknum BPK terkait pemeriksaan atau audit di lingkungan Pemkab Klaten.
“Penyelidikan ini diduga terkait adanya dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum di BPK dalam kaitannya pemeriksaan atau audit BPK di pemerintah Kabupaten Klaten,” ujar Budi.
Ironisnya, lembaga yang seharusnya menjadi penjaga keuangan negara justru diduga menerima suap untuk memuluskan audit. Oleh karena itu, publik menaruh perhatian besar pada kasus ini.
Lima Klaster Korupsi dan Barang Bukti Ember Uang
Sementara itu, KPK memetakan perkara ini dalam lima klaster korupsi. Dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di Pemkab Klaten berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, serta penerimaan lain dari OPD.
Dalam OTT tersebut, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp1,9 miliar. Bahkan, KPK juga menyita sebuah ember atau tong plastik yang diduga menjadi tempat menampung uang haram tersebut.
Potret ember berisi uang ini menjadi simbol betapa masifnya dugaan korupsi di daerah. Uang rakyat yang seharusnya untuk pembangunan justru berakhir di dalam ember.
Naik Penyidikan, Tersangka Diumumkan Sore Ini
Pada akhirnya, KPK bergerak cepat. “Tadi malam untuk perkara ini sudah dilakukan ekspose dan diputuskan kegiatan penyelidikan di Klaten naik ke tahap penyidikan,” kata Budi.
KPK akan mengumumkan pihak-pihak yang menjadi tersangka dalam konferensi pers Jumat (16/10) sore ini.
Kasus ini menjadi pengingat pahit. Pada akhirnya, ketika pengawas dan yang diawasi diduga bersekongkol, rakyatlah yang paling dirugikan. **
Editor : Hadwan













