Kelompok Houthi Menggempur Istana Kepresidenan Aden

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Houthi menggempur Istana Kepresidenan Aden di Yaman dan meningkatkan serangan rudal ke bandara-bandara vital Arab Saudi. Dok: Istimewa.

Kelompok Houthi menggempur Istana Kepresidenan Aden di Yaman dan meningkatkan serangan rudal ke bandara-bandara vital Arab Saudi. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, ADEN – Kelompok Houthi menembakkan serangkaian rudal ke Kompleks Istana Kepresidenan al-Maashiq di Kota Aden, Yaman.

Serangan mematikan tersebut menewaskan dua orang pengawal istana, tetapi Perdana Menteri beserta para menteri kabinet berada dalam kondisi selamat.

Langkah ini menjadi serangan pertama yang menyasar pusat pemerintahan Yaman di Aden sejak konflik kawasan kembali memanas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menegaskan bahwa pihaknya menargetkan markas operasi militer Arab Saudi di area istana tersebut.

Eskalasi Serangan Ke Fasilitas Vital Arab Saudi

Di sisi lain, koalisi militer pimpinan Arab Saudi membeberkan lonjakan serangan Houthi terhadap berbagai infrastruktur sipil di wilayahnya.

Baca Juga :  Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Juru bicara koalisi Turki al-Maliki menyebutkan bahwa Houthi meluncurkan 20 serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Rangkaian serangan udara sepanjang bulan ini telah menewaskan 17 orang serta melukai 333 korban lainnya di bandara utama tersebut.

Bahkan, serangan Houthi ke Bandara Abha dekat perbatasan Yaman juga menewaskan tiga orang dan melukai 28 warga sipil.

Pasokan Senjata Dan Respon Koalisi Militer

Turki al-Maliki mengungkapkan bahwa Houthi memperoleh pasokan teknologi militer canggih berupa rudal balistik dan drone dari pihak luar.

Baca Juga :  Tragedi di Arena Hoki: Penembakan di Rhode Island Tewaskan 3 Orang, Termasuk Pelaku

Sebagai balasan, koalisi militer telah menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan senjata serta platform peluncuran rudal milik Houthi di pegunungan Yaman.

Namun, pihak Houthi justru memperbarui peringatan bahaya dan mengimbau seluruh maskapai penerbangan agar menghindari ruang udara Arab Saudi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan pemburukan krisis kemanusiaan serta gangguan pada jalur pelayaran strategis di Bab el-Mandeb.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekolah Swasta Runtuh Di Peshawar Menewaskan Puluhan Anak
Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati
Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak
Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang
Visa Business Manager Yang Meninggalkan Jepang Melonjak
Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner
Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Sekolah Swasta Runtuh Di Peshawar Menewaskan Puluhan Anak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Kelompok Houthi Menggempur Istana Kepresidenan Aden

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Visa Business Manager Yang Meninggalkan Jepang Melonjak

Berita Terbaru

Atap sekolah swasta Al-Khair di Peshawar runtuh dan menewaskan sedikitnya 34 anak-anak serta seorang guru. Polisi menahan pemilik gedung. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sekolah Swasta Runtuh Di Peshawar Menewaskan Puluhan Anak

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:20 WIB

Kelompok Houthi menggempur Istana Kepresidenan Aden di Yaman dan meningkatkan serangan rudal ke bandara-bandara vital Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Menggempur Istana Kepresidenan Aden

Jumat, 16 Okt 2026 - 11:12 WIB

Donald Trump membatalkan rencana siaran langsung eksekusi regu tembak Nidal Hasan usai menuai gelombang kritik publik dan tokoh agama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati

Jumat, 16 Okt 2026 - 10:11 WIB