POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia mengundurkan diri dari jabatannya setelah menjabat kurang dari satu minggu.
Keputusan tersebut muncul setelah rentetan kontroversi memicu tekanan publik serta kritik tajam terhadap kinerja Zacharia.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kabar kepindahan tugas juru bicara berusia 41 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Presiden Donald Trump memberikan sinyal terbuka terkait ketidaksesuaian peran juru bicara bagi Zacharia.
“Saya katakan kepadanya, jika saya menjadi Anda, saya akan mempertimbangkan kembali posisi ini,” ujar Trump.
Rentetan Kontroversi Dan Masalah Transparansi
Zacharia memulai tugasnya menggantikan Karoline Leavitt dengan menggelar taklimat media yang berlangsung sangat singkat.
Selanjutnya, publik mempertanyakan integritas Zacharia setelah fakta mengenai latar belakang pendidikannya terungkap ke permukaan.
Ia kerap menyebut dirinya sebagai pengacara saat tampil dalam berbagai wawancara televisi serta media sosial.
Namun, Zacharia akhirnya mengakui bahwa ia tidak pernah lulus ujian advokat sebagai syarat praktik hukum.
Meskipun memegang gelar sarjana hukum, ia tidak memiliki lisensi resmi untuk menjalankan profesi advokat tersebut.
Komentar Kontroversial Mengenai Tiongkok
Situasi semakin memburuk saat Zacharia melontarkan klaim miring mengenai infrastruktur sanitasi di negara Tiongkok.
Ia menyebut Tiongkok tidak memiliki toilet yang layak saat menghadiri sebuah wawancara media kanan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning langsung merespons pernyataan tersebut secara menohok.
Mao Ning menyarankan agar Zacharia melakukan kunjungan lebih sering ke Tiongkok guna melihat kondisi nyata.
Pengunduran diri ini menambah beban gangguan politik bagi Trump menjelang pemilu sela Kongres AS.













