Sekolah Swasta Runtuh Di Peshawar Menewaskan Puluhan Anak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Atap sekolah swasta Al-Khair di Peshawar runtuh dan menewaskan sedikitnya 34 anak-anak serta seorang guru. Polisi menahan pemilik gedung. Dok: Istimewa.

Atap sekolah swasta Al-Khair di Peshawar runtuh dan menewaskan sedikitnya 34 anak-anak serta seorang guru. Polisi menahan pemilik gedung. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, PESHAWAR – Tragedi runtuhnya atap sekolah swasta Al-Khair di Peshawar menewaskan sedikitnya 34 anak-anak dan seorang guru.

Bencana bangunan runtuh paling mematikan dalam sejarah Pakistan tersebut juga melukai lebih dari 50 orang warga lainnya.

Juru bicara Lady Reading Hospital MTI Peshawar Mohammad Asim mengonfirmasi bahwa mayoritas korban jiwa berusia 6 hingga 12 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak rumah sakit langsung menetapkan status darurat untuk menangani puluhan korban luka yang berada dalam kondisi kritis.

Baca Juga :  Bagaimana Otoritas Dibangun dan Dipertahankan dalam Sebuah Negara

Respon Cepat Tim Penyelamat Dan Kesaksian Korban

Juru bicara layanan darurat Bilal Faizi menyatakan bahwa tim penyelamat berhasil mengeluarkan seluruh korban dari timbunan puing.

Faizi menjelaskan bahwa atap dua ruang kelas runtuh saat anak-anak tingkat dua dan tiga sedang belajar.

Sebanyak 100 petugas penyelamat bergegas evakuasi para siswa dan berhasil menyelamatkan sedikitnya 40 nyawa korban lainnya.

Seorang guru yang terluka Mahwish Zaman menceritakan bahwa peristiwa mengerikan itu terjadi secara mendadak saat jam pelajaran.

Baca Juga :  Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Penyelidikan Dan Penangkapan Pemilik Sekolah

Kepala Kepolisian Peshawar Saeed Ahmed mengonfirmasi bahwa polisi telah menangkap pemilik sekolah swasta Al-Khair tersebut.

Saeed Ahmed menegaskan bahwa struktur bangunan tiga lantai itu tergolong sangat lemah dan tidak memenuhi standar keselamatan.

Namun, pemilik sekolah berdalih bahwa curah hujan tinggi sepanjang pekan ini menjadi penyebab utama melemahnya atap gedung.

Pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa kini membentuk komite khusus guna mengusut tuntas penyebab pasti tragedi mematikan ini.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jerman Dan Inggris Memperingatkan Upaya Normalisasi Rusia
Kelompok Houthi Menggempur Istana Kepresidenan Aden
Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati
Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak
Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang
Visa Business Manager Yang Meninggalkan Jepang Melonjak
Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Jerman Dan Inggris Memperingatkan Upaya Normalisasi Rusia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Sekolah Swasta Runtuh Di Peshawar Menewaskan Puluhan Anak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Kelompok Houthi Menggempur Istana Kepresidenan Aden

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang

Berita Terbaru

Jerman dan Inggris memperingatkan langkah AS yang merangkul kembali Rusia di forum G20 Bangkok serta menyerukan pengetatan sanksi armada minyak. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jerman Dan Inggris Memperingatkan Upaya Normalisasi Rusia

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:22 WIB

Atap sekolah swasta Al-Khair di Peshawar runtuh dan menewaskan sedikitnya 34 anak-anak serta seorang guru. Polisi menahan pemilik gedung. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sekolah Swasta Runtuh Di Peshawar Menewaskan Puluhan Anak

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:20 WIB

Kelompok Houthi menggempur Istana Kepresidenan Aden di Yaman dan meningkatkan serangan rudal ke bandara-bandara vital Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Menggempur Istana Kepresidenan Aden

Jumat, 16 Okt 2026 - 11:12 WIB