POSNEWS.CO.ID, PESHAWAR – Tragedi runtuhnya atap sekolah swasta Al-Khair di Peshawar menewaskan sedikitnya 34 anak-anak dan seorang guru.
Bencana bangunan runtuh paling mematikan dalam sejarah Pakistan tersebut juga melukai lebih dari 50 orang warga lainnya.
Juru bicara Lady Reading Hospital MTI Peshawar Mohammad Asim mengonfirmasi bahwa mayoritas korban jiwa berusia 6 hingga 12 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak rumah sakit langsung menetapkan status darurat untuk menangani puluhan korban luka yang berada dalam kondisi kritis.
Respon Cepat Tim Penyelamat Dan Kesaksian Korban
Juru bicara layanan darurat Bilal Faizi menyatakan bahwa tim penyelamat berhasil mengeluarkan seluruh korban dari timbunan puing.
Faizi menjelaskan bahwa atap dua ruang kelas runtuh saat anak-anak tingkat dua dan tiga sedang belajar.
Sebanyak 100 petugas penyelamat bergegas evakuasi para siswa dan berhasil menyelamatkan sedikitnya 40 nyawa korban lainnya.
Seorang guru yang terluka Mahwish Zaman menceritakan bahwa peristiwa mengerikan itu terjadi secara mendadak saat jam pelajaran.
Penyelidikan Dan Penangkapan Pemilik Sekolah
Kepala Kepolisian Peshawar Saeed Ahmed mengonfirmasi bahwa polisi telah menangkap pemilik sekolah swasta Al-Khair tersebut.
Saeed Ahmed menegaskan bahwa struktur bangunan tiga lantai itu tergolong sangat lemah dan tidak memenuhi standar keselamatan.
Namun, pemilik sekolah berdalih bahwa curah hujan tinggi sepanjang pekan ini menjadi penyebab utama melemahnya atap gedung.
Pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa kini membentuk komite khusus guna mengusut tuntas penyebab pasti tragedi mematikan ini.













