POSNEWS.CO.ID, WANGARATTA – Anggota parlemen Australia Helen Haines kehilangan satu kaki akibat insiden penabrakan mobil secara sengaja di Wangaratta.
Pengemudi Toyota Land Cruiser menabrak Haines saat korban mengambil barang dari bagasi mobil di depan Dr Helen Haines for Indi.
Pengemudi melakukan putaran balik sebelum mengarahkan kendaraan berkecepatan tinggi tepat menuju posisi berdiri politisi independen berusia 65 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi bahwa aksi brutal ini murni tindakan sengaja yang mengancam nilai demokrasi Australia.
Tim medis membawa Haines menuju Alfred Hospital Melbourne untuk menjalani operasi darurat karena kondisi fisiknya sangat kritis.
Membedah Aksi Heroik Warga Dan Penangkapan Pelaku Penyerangan
Warga lokal bernama Ricky Jefferies dengan cekatan langsung meringkus pengemudi mobil tidak lama setelah kecelakaan terjadi.
Polisi mendapati bilah pisau di dalam mobil pelaku serta mengidentifikasi pengemudi tersebut sebagai pria bernama Brendan Nugent.
Pihak kepolisian federal bersama tim kontra-terorisme kini menjalankan penyelidikan intensif untuk membongkar motif penyerangan Nugent.
Aparat mengenakan pasal pelanggaran berat berupa tindakan membahayakan pejabat pemerintah dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
Sementara itu Albanese memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga dan tenaga medis atas tindakan penanganan yang sangat cepat.
Mengulas Gelombang Belasungkawa Dan Evaluasi Wacana Politik Nasional
Seluruh jajaran pejabat dari berbagai spektrum politik langsung menyampaikan belasungkawa serta dukungan moral bagi keluarga Haines.
Pemimpin oposisi Angus Taylor menyebut peristiwa mengerikan ini sebagai hari yang sangat mengejutkan bagi seluruh bangsa Australia.
Albanese turut menyoroti peningkatan ancaman serta ujaran kebencian terhadap pejabat publik selama beberapa tahun terakhir.
Oleh karena itu Albanese mengajak masyarakat menjaga kebebasan berpendapat tanpa mengumbar kebencian personal atau perpecahan.
Haines sendiri merupakan mantan perawat yang memperjuangkan transparansi politik serta kebijakan iklim sejak terpilih pada tahun 2019.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












