Terapis Pijat Panggilan Mengaku Dianiaya dan Diperas di Kamar Kontrakan Jakpus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penganiayaan.(Posnews/Ist)

Ilustrasi, Penganiayaan.(Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Niat mencari nafkah sebagai terapis pijat panggilan justru berujung masalah bagi Arfadic (31).

Ia mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan dan pemerasan setelah memenuhi pesanan pijat di sebuah kamar kontrakan di kawasan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Peristiwa yang diduga terjadi pada Senin (19/10/2026) itu kini ditangani Polsek Johar Baru. Polisi menyatakan telah mengamankan lima orang yang diduga terlibat untuk menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini mencuat setelah video pengakuan korban beredar di media sosial. Dalam keterangannya, Arfadic mengaku menerima pesanan pijat melalui percakapan daring.

Setelah menyepakati layanan dan lokasi, ia berangkat ke tempat yang ditentukan pemesan.

Setibanya di lokasi, seorang pemesan menjemputnya dan membawanya ke kamar kontrakan. Namun, sekitar 30 menit setelah sesi pijat dimulai, empat orang tiba-tiba masuk dan mempertanyakan keberadaan Arfadic.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Citra Garden 8 Kalideres: Dua Orang Tewas

Situasi kemudian memanas. Arfadic mengaku menghadapi permintaan uang sebesar Rp600 ribu dari total Rp1,2 juta, yang disebut sebagai biaya kontrakan dan keperluan lainnya.

Lima Orang Diamankan Polisi

Kanit Reskrim Polsek Johar Baru, Iptu Boy Fernanda, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Amankan. Pelakunya di kantor, ya. Baru kita tangkap nih,” kata Boy saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026) dini hari.

Boy mengatakan, pihak yang diamankan telah memberikan pengakuan awal. Meski demikian, polisi tetap harus memeriksa mereka secara resmi untuk menguji keterangan dan mengungkap rangkaian kejadian.

“Pelaku ini kan nanti kita periksa, yang bersangkutan juga mengakui. Namun kan nanti kita ada pemeriksaan BAP, proseduralnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Misteri Kematian Pria di Hotel Kuningan Mulai Terkuak, Polisi Ungkap Dugaan Motif

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memperjelas dugaan penganiayaan, permintaan uang, serta peran masing-masing orang yang diamankan.

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan dan Pemerasan

Hingga keterangan yang disampaikan polisi pada Sabtu dini hari, penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Belum ada rincian resmi mengenai penetapan tersangka maupun pasal yang akan diterapkan.

Polisi perlu mendalami keterangan korban dan para pihak yang diamankan, termasuk memastikan kronologi serta tujuan permintaan uang tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar berhati-hati saat menerima atau memenuhi pesanan dari orang yang baru dikenal secara daring.

Pastikan identitas pemesan dan lokasi pertemuan jelas, serta beri tahu orang tepercaya mengenai tujuan dan waktu pertemuan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

54 Ton Batu Mineral dan 320 Kg Sisik Trenggiling, Polda Metro Ungkap 5 Kasus
Berawal dari Setoran Parkir Rp30 Ribu, Jukir di Depok Alami 3 Luka Tusuk
Cekcok Soal Suara Bangunan, Mantan Anggota Kopassus Dibacok di JGC
Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat
Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya
Rp9 Miliar Ditemukan di Kasus Pabrik Tramadol Ilegal, Siapa Pemiliknya?
Bareskrim Tetapkan PT DSI Tersangka Korporasi, Dana Rp2,47 Triliun Belum Kembali
Bharatu Valdo Tewas di Markas Polairud, Ini Perkembangan Kasus Bharada Andika

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Terapis Pijat Panggilan Mengaku Dianiaya dan Diperas di Kamar Kontrakan Jakpus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Berawal dari Setoran Parkir Rp30 Ribu, Jukir di Depok Alami 3 Luka Tusuk

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Cekcok Soal Suara Bangunan, Mantan Anggota Kopassus Dibacok di JGC

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya

Berita Terbaru

Taiwan menerbitkan peringatan darat akibat Topan Champi yang memicu pembatalan ratusan penerbangan dan mengganggu latihan militer AS-Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 07:25 WIB

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:17 WIB