JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) perlu menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas pada Sabtu (24/10/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan hingga hujan di sejumlah wilayah, dengan potensi hujan sedang di Tangerang Selatan.
Sementara itu, hujan ringan berpeluang mengguyur Jakarta Selatan, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang diprakirakan berawan berdasarkan rincian prakiraan yang menjadi acuan berita ini.
Meski sebagian wilayah tampak berawan, masyarakat tetap perlu memantau perubahan cuaca.
Sebab, BMKG juga mengeluarkan informasi peringatan dini hujan sedang hingga lebat untuk sejumlah daerah di Jabodetabek pada periode 23–25 Oktober 2026.
Wilayah yang disebut dalam pembaruan tersebut mencakup Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Depok.
Suhu Jabodetabek Berkisar 22–34 Derajat Celsius
Selain memperhatikan peluang hujan, warga perlu mengantisipasi suhu udara yang masih relatif hangat pada siang hari. Suhu udara di Bogor diperkirakan 22–34°C, sedangkan wilayah Jabodetabek lainnya 26–34°C.
Untuk wilayah DKI Jakarta, prakiraan BMKG menunjukkan suhu yang bervariasi menurut daerah.
Suhu udara diprakirakan 28–29°C di Kepulauan Seribu, 26–32°C di Jakarta Pusat dan Barat, 26–31°C di Jakarta Utara, 25–33°C di Jakarta Selatan, serta 25–32°C di Jakarta Timur.
Perbedaan suhu tersebut membuat kondisi cuaca di setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, warga sebaiknya memeriksa prakiraan berdasarkan lokasi dan waktu sebelum bepergian, terutama jika memiliki kegiatan di luar ruangan.
Waspadai Hujan, Genangan, dan Jalan Licin
Hujan yang turun di tengah aktivitas akhir pekan dapat mengganggu perjalanan, mengurangi jarak pandang, serta membuat permukaan jalan licin.
Di kawasan rawan genangan, saluran air yang tersumbat juga dapat memperburuk dampak hujan.
Karena itu, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan saat hujan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang menurun.
Warga yang tinggal di sekitar lereng atau kawasan rawan longsor juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan setelah hujan turun.
Selain menyiapkan perlengkapan hujan, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko genangan dengan tidak membuang sampah ke saluran air.
Langkah sederhana ini penting agar drainase tetap berfungsi ketika hujan mengguyur permukiman.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi.
Warga dapat memantau prakiraan cuaca untuk mengatur perjalanan dan menjaga keselamatan keluarga.**
Editor : Hadwan













