Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Anggota senior komite intelijen Kongres AS menyatakan bahwa Rusia kembali melancarkan kampanye disinformasi daring secara masif.

Senator Mark Warner dan Anggota DPR Jim Himes menyampaikan informasi tersebut setelah menerima taklimat resmi dari intelijen.

Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton memberikan pengarahan khusus terkait keamanan pemilu atas permintaan kedua politisi Demokrat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warner mengungkapkan bahwa operasi siber Rusia kali ini secara spesifik mengincar kandidat-kandidat dari Partai Demokrat.

Rusia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat iklan palsu yang merugikan para politisi Demokrat.

Kandidat Senat AS di Texas, James Talarico, serta Senator Jon Ossoff dari Georgia menjadi sasaran utama kampanye palsu tersebut.

Baca Juga :  Meta Meluncurkan Horizon Create dan Horizon Studio Berbasis AI

Pola Kampanye Disinformasi Mengulang Sejarah Pemilu AS

Himes menegaskan bahwa pola disinformasi Rusia masih mengusung metode lama seperti pemilu 2016, 2020, dan 2024.

Pemerintah Rusia berusaha memicu kekacauan sosial dan merusak kepercayaan publik terhadap mesin pemungutan suara di AS.

Selain Rusia, intelijen AS juga mewaspadai pergerakan Tiongkok yang melancarkan upaya manipulasi pemilih secara terukur.

Pihak Kedutaan Besar Rusia dan Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan intervensi pemilu tersebut.

Kedua negara tersebut secara konsisten membantah keterlibatan mereka dalam urusan politik domestik Amerika Serikat.

Baca Juga :  Honor Resmi Boyong Tablet Pad X9b Max ke Pasar Global

Kekhawatiran Klaim Peretasan dan Validitas Hasil Pemilu Sela

Isu keamanan ini mengemuka saat jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan keunggulan Partai Demokrat atas Partai Republik.

Partai Demokrat berpeluang besar merebut kembali kontrol atas House of Representatives dan Senat pada pemilu sela mendatang.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru melunakkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan menekan Ukraina.

Himes menekankan bahwa negara asing tidak memiliki kemampuan teknis untuk menembus dan mengubah hasil sistem pemungutan suara AS.

Namun, para legislator khawatir retorika intervensi asing akan memicu klaim kecurangan untuk membatalkan hasil pemilu resmi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan
Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard
Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis
Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal
Serangan Rudal Balistik Houthi Menewaskan Puluhan Prajurit
Donald Trump Manfaatkan Kerusuhan Prancis Demi Senat
Parlemen Australia Helen Haines Kehilangan Kaki Mobil

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Berita Terbaru

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:17 WIB