POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Anggota senior komite intelijen Kongres AS menyatakan bahwa Rusia kembali melancarkan kampanye disinformasi daring secara masif.
Senator Mark Warner dan Anggota DPR Jim Himes menyampaikan informasi tersebut setelah menerima taklimat resmi dari intelijen.
Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton memberikan pengarahan khusus terkait keamanan pemilu atas permintaan kedua politisi Demokrat tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warner mengungkapkan bahwa operasi siber Rusia kali ini secara spesifik mengincar kandidat-kandidat dari Partai Demokrat.
Rusia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membuat iklan palsu yang merugikan para politisi Demokrat.
Kandidat Senat AS di Texas, James Talarico, serta Senator Jon Ossoff dari Georgia menjadi sasaran utama kampanye palsu tersebut.
Pola Kampanye Disinformasi Mengulang Sejarah Pemilu AS
Himes menegaskan bahwa pola disinformasi Rusia masih mengusung metode lama seperti pemilu 2016, 2020, dan 2024.
Pemerintah Rusia berusaha memicu kekacauan sosial dan merusak kepercayaan publik terhadap mesin pemungutan suara di AS.
Selain Rusia, intelijen AS juga mewaspadai pergerakan Tiongkok yang melancarkan upaya manipulasi pemilih secara terukur.
Pihak Kedutaan Besar Rusia dan Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan intervensi pemilu tersebut.
Kedua negara tersebut secara konsisten membantah keterlibatan mereka dalam urusan politik domestik Amerika Serikat.
Kekhawatiran Klaim Peretasan dan Validitas Hasil Pemilu Sela
Isu keamanan ini mengemuka saat jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan keunggulan Partai Demokrat atas Partai Republik.
Partai Demokrat berpeluang besar merebut kembali kontrol atas House of Representatives dan Senat pada pemilu sela mendatang.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru melunakkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan menekan Ukraina.
Himes menekankan bahwa negara asing tidak memiliki kemampuan teknis untuk menembus dan mengubah hasil sistem pemungutan suara AS.
Namun, para legislator khawatir retorika intervensi asing akan memicu klaim kecurangan untuk membatalkan hasil pemilu resmi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













