Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Cessna 208B milik Asian One Air dengan registrasi PK-LTF mengalami insiden saat mendarat di Bandara Bilorai, Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah. (Posnews/Ist)

Pesawat Cessna 208B milik Asian One Air dengan registrasi PK-LTF mengalami insiden saat mendarat di Bandara Bilorai, Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah. (Posnews/Ist)

PAPUA TENGAH, POSNEWS.CO.ID – Penerbangan perintis rute Timika–Sugapa berujung insiden di Bandara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Pesawat Cessna 208B milik PT Asian One Air dengan registrasi PK-LTF keluar dari landasan saat mendarat.

Dua anggota TNI dilaporkan mengalami luka-luka, sementara tidak ada korban jiwa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebut pesawat berangkat dari Timika pukul 07.40 WIT dan tiba di Sugapa sekitar pukul 08.38 WIT.

Saat menyentuh landasan pacu 09, pesawat bergerak ke kiri, keluar dari jalur pendaratan, lalu berhenti di area rerumputan di sisi landasan.

Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian roda utama pesawat. Sementara itu, Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Corneles A. Samakori menyampaikan bahwa dua anggota TNI mengalami luka akibat benturan.

Keterangan tersebut menjadi perkembangan penting dalam penanganan kejadian.

Sebab, laporan awal Ditjen Perhubungan Udara menyebut seluruh penumpang dan awak pesawat selamat, sedangkan informasi kepolisian berikutnya menyatakan dua orang mengalami luka-luka.

Diduga Ban Terlepas Saat Menyentuh Landasan

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, insiden terjadi ketika pesawat melakukan pendaratan. Pilot disebut tidak menyangka ban pesawat terlepas saat menyentuh landasan.

Baca Juga :  Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis, Kapolri Libatkan Komnas HAM dan Kompolnas

Sejumlah penumpang juga dilaporkan mendengar bunyi dan merasakan hentakan dari bagian bawah pesawat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan insiden yang membuat pesawat keluar dari jalur pendaratan.

Kapolres Intan Jaya mengatakan pilot kemudian mengarahkan pesawat ke kiri hingga masuk ke area rawa di sisi landasan.

Polisi telah mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan mengamankan area untuk mendukung penyelidikan.

Meski dugaan awal mengarah pada masalah roda, penyebab pasti insiden masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, dugaan gangguan teknis belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan akhir.

Dua Anggota TNI Dilaporkan Mengalami Luka

Kapolres menyebut dua anggota TNI yang terluka adalah Serka Matheus dan Koptu Johar. Serka Matheus dilaporkan mengalami luka di bagian pinggang, sedangkan Koptu Johar mengalami luka di kepala akibat benturan.

Adapun pesawat tersebut membawa delapan penumpang dan dua awak. Menurut keterangan kepolisian, penumpang terdiri atas tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, seorang anggota Polres Intan Jaya, serta empat warga sipil.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, insiden ini tetap menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan penumpang dan awak dalam penerbangan perintis yang menghubungkan wilayah pegunungan Papua Tengah.

Baca Juga :  Ranking FIFA Timnas Indonesia Turun ke Posisi 120 Dunia, Disalip Malaysia

Sejumlah Penerbangan ke Sugapa Dialihkan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Ditjen Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke serta manajemen PT Asian One Air untuk mengumpulkan data teknis pesawat.

Ditjen Perhubungan Udara juga berkoordinasi dengan pengelola Bandara Bilorai dan AirNav Indonesia.

Sebagai langkah operasional, beberapa penerbangan yang menuju Sugapa akan dialihkan kembali ke Timika atau menjalani prosedur Return to Base (RTB).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak menjadi prioritas dalam penanganan insiden.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat serta melakukan penanganan awal sesuai prosedur.

Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan guna mengetahui lebih lanjut kejadian ini,” ujar Lukman.

Pemerintah masih memantau perkembangan penanganan di lokasi. Informasi lebih lanjut mengenai penyebab insiden dan kondisi teknis pesawat akan disampaikan setelah pihak berwenang mengumpulkan serta memverifikasi data tambahan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut

Berita Terbaru

Proyek megah pesisir Vingroup di Can Gio mengancam keberadaan hutan mangrove pelindung banjir Kota Ho Chi Minh. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:36 WIB