KPK Periksa Deputi Gubernur BI Fillianingsih Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR BI dan OJK

Kamis, 11 September 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – KPK memeriksa Deputi Gubernur BI, Fillianingsih Hendarta, terkait dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemeriksaan ini untuk menelusuri mekanisme CSR yang diduga disalahgunakan.

“Dalam pemeriksaan hari ini, kami mendalami perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban program sosial tersebut,” kata Jubir KPK, Budi Prasetyo, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).

Budi menjelaskan, dana CSR BI dan OJK diduga tidak digunakan sesuai peruntukan. “KPK menelusuri apakah program sosial yang seharusnya untuk kegiatan sosial justru disalahgunakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sindikat Haji Ilegal Diburu, Satgas Haji 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan

Fillianingsih hadir di KPK sejak pukul 13.42 WIB sebagai saksi. “Saya memenuhi panggilan sebagai saksi,” katanya.

KPK sebelumnya menetapkan Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG), anggota Komisi XI DPR pada 2020–2022, sebagai tersangka. Keduanya diduga menerima dana CSR senilai Rp 12,52 miliar (Satori) dan Rp 15,86 miliar (Heri) untuk kegiatan fiktif.

Baca Juga :  Polri Selamatkan AMK, Anak Korban Kekerasan dan Penelantaran, Kembali ke Keluarga Kandung

Menurut KPK, Komisi XI DPR berwenang menetapkan anggaran BI dan OJK. Dana program sosial dicairkan untuk 10 kegiatan per tahun dari BI dan 18–24 kegiatan dari OJK per anggota. Namun, Satori diduga membangun showroom, dan Heri membeli rumah serta mobil menggunakan uang CSR. Keduanya belum ditahan. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan
Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun
Prabowo Tiba di Monas Naik Maung, Joget Bareng Buruh di May Day 2026

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:39 WIB

Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:18 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB