BENGKULU, POSNEWS.CO.ID – Warga Pagar Dewa, Kota Bengkulu, memanfaatkan kesempatan bertemu Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Mulai dari pelayanan pembuatan SIM, gangguan knalpot brong, hingga kebutuhan zebra cross di sekitar masjid.
Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolda saat menggelar program Jumat Keliling di Masjid Ar-Rahman, Pagar Dewa, Jumat (6/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kegiatan yang menjadi bagian dari Quick Wins Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat” itu, Yudhi ingin membuka ruang komunikasi agar warga bisa menyampaikan persoalan tanpa harus menunggu masalah berkembang.
Sejumlah pejabat utama Polda Bengkulu turut mendampingi kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB tersebut.
Mereka antara lain Irwasda, Karoops, Karolog, Dirlantas, Kapolsek Selebar, serta personel Ditbinmas. Para jamaah Masjid Ar-Rahman juga mengikuti dialog setelah salat Jumat.
“Kami melaksanakan program Bapak Kapolri dari Senin sampai Minggu untuk menerima aspirasi dan keluhan masyarakat. Ada Jumat Keliling, Subuh Keliling, dan Minggu Kasih. Hari ini kami hadir di Masjid Ar-Rahman untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat,” ujar Yudhi.
Kapolda Minta Warga Laporkan Pelayanan SIM yang Dipersulit
Dalam sesi dialog, persoalan pelayanan pembuatan SIM menjadi salah satu perhatian warga. Menanggapi keluhan tersebut, Yudhi menegaskan jajarannya harus memberikan pelayanan sesuai prosedur tanpa mempersulit masyarakat.
Ia bahkan meminta warga melapor langsung jika menemukan petugas yang tidak memberikan pelayanan sebagaimana mestinya.
“Insyaallah tidak dipersulit dalam pembuatan SIM. Kalau dipersulit, laporkan kepada saya,” tegasnya.
Selain itu, warga mengeluhkan keberadaan anak pang di sekitar lingkungan masjid. Kapolda meminta masyarakat menyampaikan laporan kepada Kapolsek Selebar agar petugas segera menindaklanjutinya.
Yudhi juga mendorong polisi mengedepankan pembinaan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
“Untuk masalah anak pang, laporkan ke Pak Kapolsek Selebar agar ditindaklanjuti. Bisa kita bantu supaya anak-anak ini bisa kita bina, agar bisa diselesaikan,” katanya.
Warga Minta Zebra Cross, Polisi Diminta Tertibkan Knalpot Brong
Persoalan keselamatan lalu lintas juga mengemuka dalam pertemuan itu. Jamaah menyampaikan keluhan mengenai penindakan pelanggaran kendaraan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Mereka juga mengusulkan pembangunan zebra cross agar jamaah dapat menyeberang jalan dengan lebih aman ketika hendak beribadah di Masjid Ar-Rahman.
Menanggapi usulan tersebut, Yudhi meminta Dirlantas Polda Bengkulu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membahas kebutuhan fasilitas penyeberangan itu.
Sementara itu, penggunaan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan turut meresahkan warga. Kapolda memastikan jajarannya akan menindaklanjuti laporan tersebut melalui penertiban di wilayah hukum Polsek dan Polres.
Tak hanya menindak pengendara, polisi juga akan memanggil orang tua untuk memberikan edukasi agar anak-anak tidak menggunakan knalpot yang mengganggu ketertiban lingkungan.
“Akan kita tindaklanjuti dan kami tertibkan. Polsek dan Polres untuk menindak knalpot brong. Kita panggil orang tuanya untuk mengedukasi agar pengendara motor tidak menggunakan knalpot brong yang dapat meresahkan masyarakat,” tegas Yudhi.
Kapolda Buka Jalur Pengaduan Langsung
Menutup dialog, Yudhi menyampaikan terima kasih kepada jamaah yang telah terbuka menyampaikan masukan.
Ia berharap komunikasi langsung tersebut membantu kepolisian memahami kebutuhan warga sekaligus mempercepat penanganan persoalan di lingkungan sekitar masjid.
Kapolda juga mempersilakan masyarakat menyampaikan persoalan lain apabila masih membutuhkan perhatian kepolisian.
“Apabila ada masukan lagi bisa disampaikan. Apabila belum terpecahkan, laporkan ke saya,” ujarnya.
Perwakilan pengurus masjid, masyarakat, dan RT Pagar Dewa mengapresiasi kehadiran Kapolda. Mereka berterima kasih karena dapat menyampaikan berbagai keluhan secara langsung kepada pimpinan Polda Bengkulu.
Menurut perwakilan tersebut, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi di sekitar Masjid Ar-Rahman.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama. Melalui Jumat Keliling, Polda Bengkulu berupaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan menindaklanjuti persoalan di lapangan.
Program “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan dialog, tetapi berlanjut melalui pelayanan serta langkah nyata yang dirasakan warga. **
Editor : Hadwan













