Bocah 8 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Kos Penjaringan, Diduga Korban Kekerasan Ibu

Minggu, 21 September 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Warga Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, mendadak geger. Seorang bocah perempuan berusia sekitar 8 tahun ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kamar kos, Minggu (21/9/2025).

Awalnya, penghuni kos mencium bau busuk menusuk hidung. Mereka curiga ada yang tidak beres, lalu buru-buru melapor ke pihak keamanan.

Arip, petugas keamanan kos, langsung meluncur ke lokasi. Betapa terkejutnya ia saat membuka pintu kamar. Seonggok jasad bocah kecil tergeletak di lantai. Darah menggenang di sekitar tubuhnya.

Baca Juga :  Waduk Pluit Siaga II, TMA Naik 214 Cm di Tengah Hujan Jakarta - BPBD Pantau Ketat

Benar, ditemukan mayat anak perempuan, usianya kurang lebih delapan tahun,” ungkap Arip dengan wajah tegang.

Menurut Arip, kondisi korban sudah membusuk. Bau anyir darah bercampur busuk membuat suasana makin mencekam. “Tidak bengkak, tapi darah banyak keluar di lantai,” jelasnya.

Fakta lain bikin hati miris. Bocah malang itu sebelumnya tinggal bersama ayah dan ibunya. Namun, beberapa bulan terakhir hanya bersama sang ibu setelah ayahnya pergi.

Baca Juga :  Buruh di Bekasi Disabet Celurit, Motor Dirampas Komplotan Curas Bersenjata

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga sekitar bahkan sudah lama curiga. Pasalnya, korban kerap diperlakukan kasar oleh ibunya sendiri. “Setahu saya, anak itu sering dipukuli ibunya,” kata Arip.

Seorang saksi mata juga pernah melihat korban digiring ibunya dengan wajah lebam. Dugaan kuat, bocah ini jadi korban kekerasan sebelum akhirnya tewas tragis di kamar kos. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut
Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi
Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru
Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:22 WIB

Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

Berita Terbaru

Menyeimbangkan energi dan konstitusi. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk guna menjamin keselamatan navigasi tanpa melanggar prinsip pasifisme Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:35 WIB

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

INTERNASIONAL

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 13:31 WIB