Presiden Prabowo Panggil Kepala BGN Terkait Kasus Keracunan Massal Program MBG

Sabtu, 27 September 2025 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menandatangani UU KUHAP baru yang berlaku bersamaan dengan KUHP pada Januari 2026. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menandatangani UU KUHAP baru yang berlaku bersamaan dengan KUHP pada Januari 2026. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyusul maraknya kasus dugaan keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

“Saya baru kembali dari luar negeri, selama tujuh hari memantau situasi. Sekarang saya akan segera memanggil Kepala BGN beserta beberapa pejabat terkait untuk membahas masalah ini,” ujar Prabowo di Base Ops Halim Perdanakusuma, Sabtu (27/9/2025).

Prabowo menegaskan, program MBG sejatinya menjadi upaya strategis membantu anak-anak yang sulit mengakses makanan bergizi. Oleh karena itu, isu ini tidak boleh dipolitisasi.

“Ini masalah serius, pasti ada kekurangan dari awal. Tapi kita akan selesaikan dengan baik. Jangan sampai dipolitisasi karena tujuan MBG untuk anak-anak yang sehari-harinya hanya makan nasi dengan garam,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisi IV DPR RI menemukan penyebab keracunan massal program MBG di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Laporan Dinas Kesehatan setempat menyebutkan sekitar 1.000 anak terdampak sejak Senin (23/9/2025).

Baca Juga :  Prabowo Umumkan 24 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan 2025

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menjelaskan penyebab keracunan akibat kesalahan teknis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasak makanan terlalu awal sehingga disajikan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Perwakilan BGN menyebut SPPG memasak terlalu awal, sehingga makanan terlalu lama tersimpan. Saya harap kejadian ini tidak terulang,” kata Rajiv.

Rajiv menambahkan, pihaknya sangat prihatin dan berharap program MBG di daerah lain bisa berjalan aman tanpa menimbulkan kasus serupa. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare
Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terbaru