Menteri HAM Natalius Pigai Tegas, Pengamat Tak Bisa Dipidana karena Kritik

Sabtu, 18 April 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, angkat bicara soal maraknya pelaporan hukum terhadap pengamat yang menyampaikan kritik.

Ia menegaskan, kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak bisa dijadikan dasar pemidanaan.

Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengamat yang mengkritik kebijakan tidak bisa dipidana atau dipenjara. Itu bagian dari hak asasi,” tegas Pigai di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Singgung Feri Amsari, Pigai: Tak Perlu Ditanggapi

Pigai juga menyoroti kritik yang disampaikan Feri Amsari terkait isu swasembada pangan.

Namun, ia justru menilai kritik tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Bahkan, menurutnya, tidak perlu ditanggapi serius.

“Feri Amsari bukan ahli pertanian, jadi tidak punya kompetensi di bidang itu. Jangankan dilaporkan ke polisi, ditanggapi pun tidak perlu,” ujarnya lugas.

Baca Juga :  Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Komandan Brimob Minta Maaf dan Janji Proses Tegas

Selain Feri, Pigai turut menyinggung pernyataan Ubaedillah Badrun. Ia menilai kritik yang disampaikan masih dalam batas wajar sebagai bagian dari diskursus publik.

Karena itu, ia menegaskan tidak ada alasan untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Kritik Adalah Hak, Pemerintah Wajib Menjawab

Lebih jauh, Pigai menekankan dalam perspektif HAM, masyarakat adalah pemegang hak (rights holder).

Sementara itu, pemerintah memiliki kewajiban (obligation holder) untuk merespons kebutuhan dan aspirasi publik.

Dengan kata lain, kritik bukan ancaman, melainkan bagian dari kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan.

“Pernyataan mereka masih dalam koridor kritik umum terhadap kebijakan publik,” jelasnya.

Pigai juga menilai maraknya pelaporan antarwarga negara justru berpotensi dimanfaatkan untuk membentuk opini negatif terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan ke Depan, Jabodetabek Terancam Banjir

Ia menangkap adanya upaya untuk menggiring narasi bahwa pemerintah anti kritik dan anti demokrasi.

“Saya melihat ada kesan skenario untuk memojokkan pemerintah, seolah-olah anti kritik. Padahal kondisi demokrasi dan HAM kita saat ini baik-baik saja,” tegasnya.

Pigai Klaim Demokrasi Indonesia Sedang ‘Surplus’

Di akhir pernyataannya, Pigai bahkan menyebut kondisi demokrasi Indonesia saat ini dalam מצב yang sangat baik.

Ia menilai ruang kebebasan berekspresi masih terbuka lebar, bahkan cenderung “surplus”.

Dengan kondisi tersebut, ia meminta publik tidak mudah terpancing narasi yang menyesatkan.

“Demokrasi dan HAM kita sedang bagus. Indonesia bahkan menjadi negara yang prominen dalam hal kebebasan,” pungkasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita
110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21 WIB

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Berita Terbaru