Zulhas Tutup SPPG Bermasalah, Dari 8.549 Dapur MBG Baru 34 Punya Sertifikat SLHS

Minggu, 28 September 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. Dok: Istimewa

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan setelah muncul kasus keracunan massal. Pemerintah langsung ambil langkah tegas.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi dan investigasi menyeluruh.

Langkah ini diumumkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) usai Rapat Koordinasi Penanggulangan KLB MBG di Kantor Kementerian Kesehatan, Minggu (28/9/2025).

“SPPG yang bermasalah ditutup sementara, dilakukan evaluasi dan investigasi,” tegas Zulhas di hadapan wartawan.

Fokus ke Juru Masak dan Sanitasi

Meski belum menyebut jumlah SPPG yang ditutup, Zulhas memastikan evaluasi difokuskan pada kedisiplinan juru masak dan kualitas pengolahan makanan.

Baca Juga :  Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah

Pemerintah juga mewajibkan sterilisasi alat makan serta perbaikan alur sanitasi, mulai dari air bersih hingga pembuangan limbah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seluruh SPPG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tanpa itu, dapur tidak boleh beroperasi,” tegas Zulhas.

Baru 34 Dapur Punya SLHS

Data Kantor Staf Kepresidenan (KSP) bikin publik geleng kepala. Dari 8.549 dapur MBG di seluruh Indonesia, hanya 34 dapur yang sudah mengantongi SLHS. Artinya, ribuan dapur lain masih rawan dan tidak memenuhi standar sanitasi.

Baca Juga :  POLRI Luncurkan 8 SPPG dan Bangun 205 Unit Baru, Targetkan Distribusi Gizi untuk 1,47 Juta Warga per Hari

Padahal, SLHS adalah sertifikat resmi dari dinas kesehatan yang menjamin kebersihan dapur, alat masak, hingga keamanan makanan.

Tanpa itu, makanan berpotensi membawa penyakit dan keracunan massal.

Rakor darurat ini juga dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala KSP M. Qodari, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:20 WIB

May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:07 WIB

Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:18 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Berita Terbaru

Alun-alun teknologi militer. Ukraina menawarkan kerja sama sistem nirawak dan pengalaman medan tempur kepada Jepang guna memperkuat pertahanan Tokyo di tengah perubahan peta keamanan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB