Pemprov DKI Tutup 6 Gerbang Tol Jakarta Mulai 29 September 2025, Ini Rute Alternatifnya

Senin, 29 September 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dishub DKI menutup gerbang tol Slipi dan Senayan. Dok: Istimewa

Dishub DKI menutup gerbang tol Slipi dan Senayan. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menutup sementara enam gerbang tol untuk perbaikan fasilitas.

Penutupan berlangsung mulai Senin, 29 September 2025 pukul 05.00 WIB hingga Sabtu, 4 Oktober 2025.

Enam gerbang tol yang ditutup meliputi Semanggi 1 dan 2, Slipi 1, Kuningan 1, Senayan, serta Pejompongan.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan perbaikan ini penting untuk meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan pengguna jalan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Penutupan ini bersifat sementara demi operasional gerbang tol yang lebih aman dan nyaman,” ujar Syafrin, Senin (29/9/2025).

Baca Juga :  Pemprov DKI Cairkan Bansos Rp300 Ribu untuk Lansia, Anak, dan Disabilitas

Ia mengakui penutupan ini akan berdampak pada arus lalu lintas. Karena itu, Dishub meminta kerja sama masyarakat agar bersabar dan menyiapkan rute alternatif.

Rute Alternatif

Sebagai solusi, Dishub menyiapkan jalur pengganti:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Dari arah Jalan Letjen S. Parman ke Cawang → gunakan Gerbang Tol Tanjung Duren atau Gerbang Tol Semanggi 1. Jika Semanggi 1 ditutup penuh, satu lajur sodetan tetap dibuka.
  • Dari arah Jalan Gatot Subroto ke Tangerang → gunakan Gerbang Tol Senayan.
  • Dari arah Jalan MT Haryono/Cawang ke Pluit → gunakan Gerbang Tol Tebet 1.
Baca Juga :  Siswa SMPN 1 Geyer Grobogan Tewas Duel di Sekolah, Luka Leher dan Kepala

Selain jalur alternatif, Pemprov DKI juga mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Langkah ini dinilai lebih efektif mengurangi potensi kemacetan, sekaligus ramah lingkungan.

“Gunakan transportasi umum agar perjalanan lebih lancar, aman, dan nyaman,” tandas Syafrin. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol
Bentrok di Maluku Tenggara Memanas, Wakapolres dan Kasat Reskrim Kena Panah Lerai Massa
Beirut Terbelah: Boikot Kabinet dan Protes Massa Warnai Eskalasi Berdarah
Rezim Toll Booth Hormuz: Iran Legalkan Pungutan Liar
DPO Narkoba Diburu! Rendy Hermawan, Tangan Kanan “Andre The Doctor” Terendus di Malaysia
Iran Izinkan 10 Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz
Gencatan Senjata Buntu: Trump Ulur Ultimatum Selat Hormuz
Kebakaran Hutan Riau Kian Parah, BNPB Catat 2.713 Hektare Lahan Terbakar Sejak 2026

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:42 WIB

Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:15 WIB

Bentrok di Maluku Tenggara Memanas, Wakapolres dan Kasat Reskrim Kena Panah Lerai Massa

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:38 WIB

Beirut Terbelah: Boikot Kabinet dan Protes Massa Warnai Eskalasi Berdarah

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:35 WIB

Rezim Toll Booth Hormuz: Iran Legalkan Pungutan Liar

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:49 WIB

DPO Narkoba Diburu! Rendy Hermawan, Tangan Kanan “Andre The Doctor” Terendus di Malaysia

Berita Terbaru

Keadilan di ujung hayat. Noelia Castillo Ramos mengakhiri perjuangan panjangnya melalui eutanasia, menandai pergeseran besar dalam penerapan hak atas kematian yang bermartabat di Spanyol tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol

Jumat, 27 Mar 2026 - 11:42 WIB

Blokade dalam kedok regulasi. Garda Revolusi Iran (IRGC) memberlakukan sistem

INTERNASIONAL

Rezim Toll Booth Hormuz: Iran Legalkan Pungutan Liar

Jumat, 27 Mar 2026 - 09:35 WIB