Iran Izinkan 10 Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengungkapkan perkembangan positif dari meja perundingan dengan Iran pada hari Kamis. Teheran secara resmi mengizinkan 10 kapal tanker minyak berukuran besar untuk melintasi Selat Hormuz di tengah blokade militer yang masih berlangsung.

Dalam konteks ini, Trump menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bukti nyata dari keseriusan Iran dalam bernegosiasi. “Mereka mengatakan ingin menunjukkan bahwa mereka nyata dan solid,” ujar Trump dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih.

Dari Delapan Menjadi Sepuluh Kapal

Trump merinci kronologi pemberian izin lintasan tersebut kepada para menterinya. Awalnya, pihak Iran menawarkan akses bagi delapan kapal tanker besar. Namun, jumlah tersebut akhirnya bertambah menjadi 10 kapal saat armada tersebut mencapai titik transit.

“Saya rasa mereka benar dan mereka nyata. Saya pikir kapal-kapal itu berbendera Pakistan,” tambah Trump. Langkah ini meredakan ketegangan di jalur pelayaran yang mengangkut seperlima pasokan minyak dunia tersebut. Oleh karena itu, pasar energi mulai memantau apakah izin ini akan menjadi pembuka bagi normalisasi lalu lintas maritim di wilayah Teluk.

Teka-teki “Hadiah” Energi Terjawab

Pernyataan Trump ini menjawab spekulasi yang muncul pada Selasa lalu. Saat itu, ia membuat bingung para pengamat dengan mengeklaim bahwa Iran memberikan “hadiah” berupa konsesi energi yang sangat mahal kepada Amerika Serikat.

“Hadiah itu tiba hari ini dan bernilai sangat besar, senilai uang yang luar biasa banyak,” kata Trump kepada wartawan awal pekan ini tanpa merinci jenis konsesinya. Kini, terungkap bahwa hadiah tersebut adalah aliran minyak dari tanker yang terjebak blokade. Dengan demikian, Trump menggunakan momentum ini untuk menekan Teheran agar segera menyetujui penghapusan program nuklirnya secara total.

Baca Juga :  China Gercep Kirim Utusan ke Perbatasan, ASEAN Masih Terjebak Diplomasi Lambat?

Tujuan Akhir: Pembukaan Selat Permanen

Meskipun menyambut baik gestur tersebut, pemerintahan Trump tetap pada tuntutan utamanya. Washington mendesak Iran untuk mengakhiri program nuklir dan membuka kembali titik sumbat maritim tersebut sepenuhnya bagi seluruh negara.

Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas pemilik kargo atau tujuan akhir dari 10 kapal tanker tersebut. Namun, kehadiran kapal berbendera Pakistan mempertegas peran Islamabad sebagai perantara kunci dalam konflik ini. Pada akhirnya, keberhasilan transisi gestur kecil ini menjadi kesepakatan damai yang luas akan menentukan nasib stabilitas ekonomi global di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Berita Terbaru