Iran Izinkan 10 Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Mencari napas di Afrika. Pemerintah Korea Selatan mengerahkan utusan khusus ke Aljazair, Libya, dan Republik Kongo guna mengamankan rute pasok alternatif setelah perang Amerika Serikat-Iran melumpuhkan navigasi di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengungkapkan perkembangan positif dari meja perundingan dengan Iran pada hari Kamis. Teheran secara resmi mengizinkan 10 kapal tanker minyak berukuran besar untuk melintasi Selat Hormuz di tengah blokade militer yang masih berlangsung.

Dalam konteks ini, Trump menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bukti nyata dari keseriusan Iran dalam bernegosiasi. “Mereka mengatakan ingin menunjukkan bahwa mereka nyata dan solid,” ujar Trump dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih.

Dari Delapan Menjadi Sepuluh Kapal

Trump merinci kronologi pemberian izin lintasan tersebut kepada para menterinya. Awalnya, pihak Iran menawarkan akses bagi delapan kapal tanker besar. Namun, jumlah tersebut akhirnya bertambah menjadi 10 kapal saat armada tersebut mencapai titik transit.

“Saya rasa mereka benar dan mereka nyata. Saya pikir kapal-kapal itu berbendera Pakistan,” tambah Trump. Langkah ini meredakan ketegangan di jalur pelayaran yang mengangkut seperlima pasokan minyak dunia tersebut. Oleh karena itu, pasar energi mulai memantau apakah izin ini akan menjadi pembuka bagi normalisasi lalu lintas maritim di wilayah Teluk.

Teka-teki “Hadiah” Energi Terjawab

Pernyataan Trump ini menjawab spekulasi yang muncul pada Selasa lalu. Saat itu, ia membuat bingung para pengamat dengan mengeklaim bahwa Iran memberikan “hadiah” berupa konsesi energi yang sangat mahal kepada Amerika Serikat.

“Hadiah itu tiba hari ini dan bernilai sangat besar, senilai uang yang luar biasa banyak,” kata Trump kepada wartawan awal pekan ini tanpa merinci jenis konsesinya. Kini, terungkap bahwa hadiah tersebut adalah aliran minyak dari tanker yang terjebak blokade. Dengan demikian, Trump menggunakan momentum ini untuk menekan Teheran agar segera menyetujui penghapusan program nuklirnya secara total.

Baca Juga :  Saudi Tuduh UEA Ancam Keamanan, Perang Saudara Yaman Selatan Di Depan Mata

Tujuan Akhir: Pembukaan Selat Permanen

Meskipun menyambut baik gestur tersebut, pemerintahan Trump tetap pada tuntutan utamanya. Washington mendesak Iran untuk mengakhiri program nuklir dan membuka kembali titik sumbat maritim tersebut sepenuhnya bagi seluruh negara.

Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas pemilik kargo atau tujuan akhir dari 10 kapal tanker tersebut. Namun, kehadiran kapal berbendera Pakistan mempertegas peran Islamabad sebagai perantara kunci dalam konflik ini. Pada akhirnya, keberhasilan transisi gestur kecil ini menjadi kesepakatan damai yang luas akan menentukan nasib stabilitas ekonomi global di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB