Misteri Kematian Terapis Cantik di Pejaten, Polisi Turun Tangan

Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga Pejaten, Jakarta Selatan (Jaksel), diguncang kabar mengerikan. Seorang wanita misterius, diduga berprofesi sebagai terapis, ditemukan tewas mengenaskan di lahan kosong, Kamis (2/10/2025) pagi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Betul, ada penemuan jasad wanita. Diduga korban seorang terapis. Identitas masih diselidiki,” tegas Ardian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban ditemukan tergeletak di lahan kosong dekat Jalan Pejaten Raya sekitar pukul 06.30 WIB. Warga yang pertama kali melihat langsung panik dan melaporkan ke polisi.

Baca Juga :  Iran Akhiri Gelombang Pertama Serangan ke Israel

Meski disebut sebagai terapis, pihak kepolisian belum merinci tempat kerja korban maupun identitas lengkapnya. Polisi juga belum menjelaskan apakah ada tanda kekerasan di tubuh wanita tersebut.

“Untuk penyebab kematian, kami masih menunggu hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati,” tambah Ardian.

Polisi sudah memasang garis kuning di lokasi kejadian serta mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan beberapa benda di sekitar jasad. Hingga sore ini, jasad korban masih berada di kamar jenazah RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

Sementara itu, warga sekitar Pejaten mengaku terkejut. Mereka sering melihat korban mondar-mandir di kawasan tersebut beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  MBG di SMAN 1 Cigemblong Kacau, Siswa Dapat Telur dan Jagung Mentah

“Ya kaget, Mas. Kkemarin sempat lihat ini orang duduk sendirian. Di lihat orangnya sehat, sekarang malah sudah meninggal,” ucap Andi, warga di sekitar lokasi.

Saat ini, penyidik Polres Metro Jaksel tengah mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Polisi menduga kuat korban sudah dibunuh di tempat lain, lalu jasadnya dibuang di lahan kosong Pejaten.

Kasus ini masih terus dikembangkan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan prostitusi online, mengingat korban disebut sebagai terapis. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB