Driver Ojol Dikeroyok di Tanah Merah, Gegara Salah Titik Antar Wajah Babak Belur

Minggu, 12 Oktober 2025 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Driver ojol dikeroyok di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara, gara-gara salah titik antar pesanan. Ratusan rekan ojol geruduk Polres menuntut keadilan. Foto: MR

Driver ojol dikeroyok di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara, gara-gara salah titik antar pesanan. Ratusan rekan ojol geruduk Polres menuntut keadilan. Foto: MR

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Driver Ojek Online (Ojol) kembali mendapat perlakuan tidak manusiawi. Dimana aksi pengeroyokan brutal menimpa seorang driver ojol di kawasan Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara, Minggu (12/10/2025) sore.

Korban bernama Heru Nopiyan (32), warga Komplek UKA Blok D No 17, Koja, Jakarta Utara, melapor resmi ke Polres Metro Jakarta Utara.

Kasus ini tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor LB/4/1914/X/2025/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA.

Heru melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP.

Dipukul Gara-gara Salah Antar

Kronologi bermula saat Heru mengantarkan pesanan makanan melalui aplikasi Shopee Food ke rumah pelanggan di Jalan Kenanga, Tanah Merah, Rawa Badak Selatan, Koja.

Ternyata, terjadi salah paham antara istri terlapor dan Heru soal titik pengantaran makanan.

Baca Juga :  Geng Motor Sadis di Pademangan, Hujani Bacokan Pemuda 20 Tahun Pakai Celurit

“Saya sempat berdebat dengan istri pelaku karena beda titik antar. Tidak lama kemudian suaminya datang, marah, dan langsung memukul pipi kanan saya,” ungkap Heru dalam laporannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak terima diperlakukan kasar, Heru kemudian mendatangi rumah RT dan mencoba mediasi dengan terlapor bernama Ray Leonard Eman.

Saat itu, pelaku sempat bersikap kooperatif dan mempersilakan korban melapor ke polisi.

Rombongan Datang, Driver Ojol Babak Belur

Namun, saat Heru dan saksi hendak menuju ke Polres Metro Jakarta Utara, rombongan dari pihak terlapor tiba-tiba datang dan langsung mengeroyok korban. Heru dipukuli hingga jatuh, bahkan ditendang berkali-kali.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka sobek di bibir bawah, gusi atas berdarah, memar di pipi kanan, serta dada terasa sakit.

Baca Juga :  Atap SMKN 1 Cileungsi Bogor Ambruk, 31 Korban Luka-Luka Dibangun Pada 2015

Ratusan Driver Ojol Geruduk Polres

Hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, ratusan rekan driver ojol dari berbagai komunitas mendatangi Polres Metro Jakarta Utara di Jalan Yos Sudarso. Mereka menuntut pelaku pengeroyokan segera ditangkap dan diproses hukum.

Perwakilan polisi, AKP Tri Widayat, turun langsung menenangkan massa. Ia memastikan kasus ini tengah diselidiki.

“Perkara ini sudah kami tangani dan sedang dalam proses penyidikan,” tegas AKP Tri di hadapan para driver ojol.

Istri korban, Ismi, menegaskan pihaknya menolak upaya damai. “Kami tetap menuntut keadilan. Tidak ada damai, biar hukum yang bicara,” ujarnya tegas.

Kini, penyidik Polres Metro Jakarta Utara masih memeriksa sejumlah saksi dan memburu empat orang pelaku pengeroyokan. Polisi memastikan kasus ini akan diproses tuntas hingga ke meja hukum. (MR)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Mudik Lebaran, Rekayasa Lalin Digeber
Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan
Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?
Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?
Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter
Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?
Pencuri HP di Masjid Istiqlal Sudah 3 Kali Beraksi, Modus Dorong Jemaah

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:27 WIB

Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:06 WIB

3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Mudik Lebaran, Rekayasa Lalin Digeber

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:54 WIB

Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:18 WIB

Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:14 WIB

Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?

Berita Terbaru