Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Jabodetabek Diguyur Hujan Hingga 6 November 2025

Selasa, 4 November 2025 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Air hujan. (Ist)

Ilustrasi, Air hujan. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga tentang cuaca ekstrem di Jabodetabek yang tidak bersahabat.

BMKG meramal warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk bersiap menghadapi hujan dan perubahan cuaca mendadak mulai Selasa (04/11/2025) hingga Kamis (06/11/2025) pukul 07.00 WIB.

Menurut BMKG, sebagian wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang dalam dua hari ke depan. Selain itu, langit berubah cepat, terutama pada pagi hingga sore hari.

“Berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang dalam dua hari ke depan. Langit berubah cepat pada pagi hingga sore hari.”

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 04–05 November 2025 (07.00 WIB)

Hujan Ringan Melanda:

Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor.

Hujan Sedang Menghantam:

Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang.

Prakiraan Cuaca Jabodetabek 05–06 November 2025 (07.00 WIB)

Hujan Ringan Diprediksi di:

Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Ajudan Bupati Brigadir Y Selingkuh Digerebek Istri, Diamankan Propam

Hujan Sedang Berpotensi di:

Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi banjir lokal, jalan licin, dan genangan, terutama di wilayah rawan seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

Cuaca dapat berubah cepat, warga diimbau tetap waspada,” tegas BMKG.

Selain membawa jas hujan, BMKG menyarankan masyarakat memeriksa kondisi kendaraan dan terus memantau informasi cuaca resmi agar aktivitas tidak terganggu hujan tiba-tiba. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB