Viral Cium Anak, Gus Elham Yahya Minta Maaf: Wamenag Tegaskan “Itu Tidak Pantas!”

Rabu, 12 November 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Gus Elham Yahya dari Kediri minta maaf usai video viralnya mencium anak perempuan (termasuk bibir) menuai kecaman. Ia sebut khilaf dan video lama, Wamenag Romo Syafii tegaskan:

Ilustrasi, Gus Elham Yahya dari Kediri minta maaf usai video viralnya mencium anak perempuan (termasuk bibir) menuai kecaman. Ia sebut khilaf dan video lama, Wamenag Romo Syafii tegaskan: "Itu tidak pantas!" Dok: Istimewa.

KEDIRI, POSNEWS.CO.ID – Pendakwah muda asal Kediri, Muhammad Elham Yahya Luqman atau Gus Elham Yahya, mengunggah video permintaan maaf terbuka pada Selasa (11/11/2025). Aksi ini ia lakukan setelah beberapa video dirinya yang mencium pipi, bibir, hingga “mengokop” (memasukkan sebagian pipi) anak-anak perempuan kecil viral di media sosial dan memicu kegaduhan.

Video-video tersebut menuai respons negatif dan kritik keras dari warganet. Akibatnya, pengurus Majelis Taklim (MT) Ibadallah tersebut memutuskan untuk memberikan klarifikasi.

Isi Permintaan Maaf dan Klarifikasi

Dalam video permintaan maafnya, Gus Elham Yahya, yang tampak didampingi beberapa orang, mengakui perbuatannya sebagai sebuah kesalahan dan kekhilafan pribadi.

“Dengan penuh kerendahan hati saya Muhammad Ilham Yahya secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

“Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi. Saya berkomitmen untuk memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gus Elham juga bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai norma agama, etika, dan budaya.

Baca Juga :  Hari Ini, Indonesia U-22 vs Filipina U-22: Laga Penentu Tiket Semifinal SEA Games 2025

Ia turut memberikan klarifikasi mengenai video yang beredar. Menurutnya, video tersebut merupakan video lama yang telah ia hapus dari media sosial resminya. Ia juga menyebut bahwa anak-anak dalam video tersebut berada di bawah pengawasan orang tua mereka, yang merupakan jemaah pengajiannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Walaupun demikian, saya tetap memohon maaf atas hal tersebut,” tutupnya.

Wamenag: “Kita Sepakat, Itu Tidak Pantas!”

Kontroversi ini mendapat tanggapan serius dari pemerintah. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii dengan tegas menanggapi aksi Gus Elham.

Mengutip laman Kemenag, Wamenag Syafii menegaskan bahwa perbuatan tersebut tidak pantas.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!,” tegas Romo Syafii di Gedung Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Selasa (11/11/2025).

Selain itu, Wamenag menjelaskan bahwa Kemenag telah memiliki pedoman tegas mengenai lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren. Pedoman ini tertuang dalam Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam.

Baca Juga :  Perang Air Minum: Saat Sumber Mata Air Lokal Dicaplok Korporasi Besar

“Intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengawasan ke depan akan lebih ditingkatkan.

Sosok Gus Elham Yahya

Terlepas dari polemik ini, Gus Elham Yahya adalah sosok pendakwah muda yang sedang naik daun, khususnya di Jawa Timur.

Pria kelahiran 8 Juli 2001 ini berasal dari keluarga pesantren terpandang. Ia adalah putra dari KH. Luqman Arifin Dhofir dan cucu dari KH. Mudhofir Ilyas, pendiri Pondok Pesantren Al Ikhlas Kaliboto, Kediri. Ia juga tercatat pernah menempuh pendidikan di Ponpes Lirboyo.

Namun, ia memiliki gaya dakwah “santai” dan kekinian, sering duduk ngopi dan mendengarkan curhatan jemaah. Gaya ini membuatnya populer di kalangan anak muda. Akan tetapi, tindakannya juga tak jarang menuai kritik karena orang anggap tidak lazim bagi seorang pendakwah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB