Buruh Tunda Demo Hari Ini, Ancam Mogok Nasional Jika UMP 2026 Tak Naik

Senin, 24 November 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Posnews/KSPI)

Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Posnews/KSPI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh akhirnya membatalkan alias menunda demo besar-besaran hari ini, Senin (24/11/2025).

Keputusan ini muncul setelah pemerintah menunda pengumuman UMP 2026, yang awalnya dijadwalkan pada Jumat (21/11/2025).

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan demo 24 November digagas untuk menekan pemerintah agar tidak gegabah menetapkan kenaikan upah minimum sebelum duduk bersama dengan buruh.

“Pemerintah akhirnya menunda pengumuman itu. Karena itu KSPI dan Partai Buruh memutuskan menunda aksi 24 November 2025,” ujar Said dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  72 Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit Jaktim, Spageti Diduga Penyebab

Namun, Said memastikan buruh belum menghapus aksi sepenuhnya. Ia menegaskan gerakan akan tetap digelar sehari sebelum dan sehari sesudah pemerintah mengumumkan kenaikan UMP 2026—jika hasil perhitungannya tidak sesuai harapan buruh.

“Buruh akan tetap turun ke jalan bila angka kenaikan upah minimum 2026 jauh dari tuntutan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, Said mengungkapkan bahwa buruh sudah menyiapkan rencana mogok nasional yang diklaim akan diikuti sekitar 5 juta pekerja di seluruh Indonesia.

Mogok nasional akan digelar jika Menaker tetap memaksakan formula kenaikan upah yang dinilai merugikan pekerja.

Baca Juga :  Paskibraka 2025 Resmi Bertugas, Siapa Sosok Pembawa Bendera Merah Putih?

Sebagai tekanan tambahan ke pemerintah, KSPI dan Partai Buruh mengajukan tiga opsi perhitungan kenaikan UMP 2026. Said menegaskan bahwa rata-rata upah minimum nasional tidak lebih dari Rp 3 juta per bulan. “Kenaikan Rp 90 ribu jelas tidak layak,” tegasnya.

Ia memaparkan tiga opsi yang dibawa buruh:

  • Tuntutan awal 8,5–10,5 persen
  • Opsi kedua 7,77 persen
  • Opsi ketiga minimal 6,5 persen

Said menilai aksi ini peringatan keras kepada pemerintah. “Buruh tidak minta berlebihan. Pemerintah jangan gegabah dan jangan tunduk pada oligarki pengusaha,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru