Kemensos Tangguhkan Bansos 1,49 Juta KPM Diduga Terlibat Judi Online

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan penangguhan bansos bagi 1,49 juta KPM yang terindikasi melakukan transaksi judi online di Kantor Kemensos, Jakarta. (Posnews/Mensos)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan penangguhan bansos bagi 1,49 juta KPM yang terindikasi melakukan transaksi judi online di Kantor Kemensos, Jakarta. (Posnews/Mensos)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) membekukan sementara penyaluran bantuan sosial kepada 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako yang diduga terlibat transaksi judi online.

Langkah ini diambil setelah data penerima bansos dipadankan dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dari total tersebut, 794.475 KPM juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemensos menghentikan sementara pencairan bantuan sambil melakukan verifikasi menyeluruh.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan jumlah penerima bansos yang terindikasi judi online melonjak tajam dibandingkan hasil pemadanan data tahun 2025 yang mencatat hampir 600 ribu KPM.

Baca Juga :  Polri–Kemenhut Bersatu Padamkan Karhutla, Tangkap 83 Pelaku Pembakar Hutan

“Saat ini kami sedang menelusuri dan mendalami data dari PPATK. Hasil verifikasi akan menjadi dasar langkah selanjutnya,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Selanjutnya, Kemensos bekerja sama dengan PPATK dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan apakah bantuan sosial benar-benar digunakan untuk aktivitas judi online.

Pemerintah juga menargetkan hasil penelusuran awal dapat dipetakan pada pekan depan.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Kota Besar Hari Ini, Hujan Lebat Mengguyur Seharian

Jika terbukti menyalahgunakan bantuan, para penerima dapat dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bansos.

Proses ini sekaligus menjadi bagian dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, Kemensos terus memperkuat edukasi kepada penerima bansos melalui pendamping PKH dan pendamping sosial.

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar menggunakan bantuan sesuai kebutuhan dan tidak membiarkan rekening dimanfaatkan untuk transaksi yang melanggar hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tegaskan Video Demo Besar di Indonesia Hoaks, Penyebar Diburu
PPATK: Judi Online Saat Piala Dunia 2026, Deposit Tembus Rp1,02 Triliun
Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Ini Syaratnya
Ekspor Sawit Indonesia Melambat Usai Mandat B50
India Pacu Swasembada Sawit, Indonesia Perketat Ekspor
KPK Sasar Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Kasus Silmy Karim Memanas
Kejagung Bongkar Dugaan Money Laundering Don Ritto, 4 Perusahaan Digeledah
137 Kepala SPPG Dicopot, BGN Terapkan Zero Tolerance Kasus Keracunan MBG

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:26 WIB

Kemensos Tangguhkan Bansos 1,49 Juta KPM Diduga Terlibat Judi Online

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Pemerintah Tegaskan Video Demo Besar di Indonesia Hoaks, Penyebar Diburu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:57 WIB

PPATK: Judi Online Saat Piala Dunia 2026, Deposit Tembus Rp1,02 Triliun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Cara Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Ini Syaratnya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Ekspor Sawit Indonesia Melambat Usai Mandat B50

Berita Terbaru

Kondisi air Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan diduga tercemar berdasarkan hasil pemantauan DLH Kota Bekasi. (Posnews/Pemkot Bekasi)

JABODETABEK

Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:43 WIB

Kebakaran hutan akibat kekeringan ekstrem menerjang kota Spokane di Washington hingga memaksa evakuasi 65 ribu warga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:05 WIB