Badai Senyar dan Ditwah Mengamuk, 1.100 Nyawa Melayang di Indonesia hingga Sri Lanka

Senin, 1 Desember 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kiamat kecil di Asia! Badai Senyar dan Ditwah picu banjir terburuk dalam sejarah. Indonesia, Thailand, dan Sri Lanka luluh lantak dengan 1.100 korban jiwa. Dok: Istimewa.

Kiamat kecil di Asia! Badai Senyar dan Ditwah picu banjir terburuk dalam sejarah. Indonesia, Thailand, dan Sri Lanka luluh lantak dengan 1.100 korban jiwa. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wilayah Asia Selatan dan Tenggara sedang menghadapi bencana kemanusiaan berskala masif. Serangkaian badai siklon tropis yang mematikan menyapu kawasan ini dalam beberapa hari terakhir.

Dampaknya sangat menghancurkan. Tercatat, banjir bandang dan tanah longsor telah merenggut lebih dari 1.100 nyawa manusia. Jutaan orang lainnya kini hidup dalam pengungsian tanpa kepastian.

Bencana ini bermula dari dua sistem badai utama. Siklon “Senyar” terbentuk secara tidak lazim di Selat Malaka, memukul Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Sementara itu, Siklon “Ditwah” memporak-porandakan Sri Lanka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia: Tragedi di Sumatera

Indonesia menjadi titik paling berdarah dalam bencana ini. Hujan deras memicu banjir bandang dan longsor mengerikan di wilayah barat Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Utara.

Data pemerintah menunjukkan angka yang memilukan. Setidaknya, 435 hingga 500 orang dilaporkan tewas. Bahkan, lebih dari 400 orang lainnya masih hilang tertimbun lumpur atau terseret arus.

Baca Juga :  Bencana di Sumatera, Korban Banjir dan Longsor Digartiskan BPJS hingga Sertifikat Tanah

Tim penyelamat menghadapi medan neraka. Jalan-jalan utama terputus total dan jaringan telekomunikasi mati. Oleh karena itu, mereka sangat bergantung pada helikopter untuk menyalurkan bantuan ke desa-desa terisolasi.

Mirisnya, keputusasaan mulai memicu kekacauan sosial. Juru bicara kepolisian Ferry Walintukan mengonfirmasi adanya penjarahan makanan oleh warga yang kelaparan sebelum bantuan logistik tiba.

Hat Yai Tenggelam, Rekor Hujan 300 Tahun

Kondisi di Thailand Selatan tak kalah mencekam. Provinsi Songkhla, terutama kota Hat Yai, mencatatkan curah hujan terburuk dalam 300 tahun terakhir.

Air bah setinggi lebih dari dua meter menenggelamkan kota bisnis tersebut. Akibatnya, akses ke bangsal bersalin rumah sakit terputus, menjebak 30 bayi yang baru lahir.

Sejauh ini, Thailand melaporkan lebih dari 260 korban jiwa. Keluarga Amphorn Kaeophengkro (44) menceritakan kisah bertahan hidup mereka. Mereka terpaksa bertengger di atas lemari selama 48 jam saat air terus naik di dalam rumah.

“Kami tidak memikirkan hal lain kecuali bertahan hidup,” ujarnya dengan nada trauma.

Sri Lanka: Bencana Alam Terburuk

Di seberang samudra, Sri Lanka menghadapi kehancuran total akibat Siklon Ditwah. Presiden Anura Kumara Dissanayake menyebut peristiwa ini sebagai bencana alam terburuk yang pernah dihadapi negaranya.

Baca Juga :  Bencana Sumatera Meluas, 1.068 Korban Tewas dan 190 Hilang - Pemerintah Percepat Pemulihan

Hingga Minggu sore, badai tersebut telah menewaskan 334 orang. Selain itu, 370 orang lainnya masih belum ditemukan. Lebih dari setengah juta orang merasakan dampak langsung dari amukan alam ini.

Lantas, pemerintah menetapkan Status Darurat Publik. Mereka berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk memulihkan pasokan listrik dan air yang lumpuh total di banyak distrik.

Malaysia dan Peringatan Iklim

Dampak Badai Senyar juga menjalar ke Malaysia. Meskipun korban jiwa relatif sedikit (dua orang), banjir besar merendam negara bagian utara seperti Perlis. Puluhan ribu warga harus mengungsi ke pusat evakuasi.

Pada akhirnya, para ilmuwan kembali membunyikan alarm keras. Wilayah Asia Tenggara adalah salah satu kawasan paling rentan terhadap perubahan iklim.

Suhu laut yang memanas ekstrem pada musim panas lalu menjadi bahan bakar bagi badai-badai ini. Maka, cuaca ekstrem yang dulu langka kini menjadi ancaman rutin yang semakin mematikan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru