Brighton Minta Maaf Usai Unggah Foto Mitoma dan Tentara Jepang, Fans China Murka

Kamis, 4 Desember 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Niat hati bercanda, Brighton malah dihujat. Foto Mitoma bareng

Ilustrasi, Niat hati bercanda, Brighton malah dihujat. Foto Mitoma bareng "Tentara Hantu" PD II picu kemarahan fans Asia. Simak mengapa Eropa dinilai buta sejarah Asia. Dok: Istimewa.

BRIGHTON, POSNEWS.CO.ID – Niat hati ingin menghibur penggemar, klub Liga Premier Brighton & Hove Albion justru memicu badai kritik internasional. Unggahan media sosial akademi muda mereka baru-baru ini menyinggung luka sejarah yang mendalam bagi masyarakat Asia Timur.

Mulanya, akun tersebut mengunggah foto bintang Jepang mereka, Kaoru Mitoma. Ia terlihat tersenyum bersama pemain muda sambil memegang kartu sepak bola editan. Masalahnya, kartu itu menampilkan wajah Hiroo Onoda.

Onoda adalah sosok kontroversial. Ia merupakan tentara Jepang terakhir yang menyerah, puluhan tahun setelah Perang Dunia II berakhir. Bagi sebagian orang, ia mungkin simbol loyalitas. Namun, bagi korban perang di China dan Asia Tenggara, seragam itu melambangkan trauma penjajahan yang brutal.

Fans China: Itu Simbol Fasisme!

Reaksi keras langsung bermunculan dari basis penggemar di Asia. Jack Forsdike, pengelola klub penggemar resmi Brighton di China, mengaku terkejut saat pertama kali melihatnya.

“Awalnya saya hampir tidak percaya itu nyata. Saya pikir itu editan AI,” ujar Forsdike kepada CGTN.

Ia segera mengirim surel protes keras ke manajemen klub. Menurutnya, tindakan itu sama saja dengan memberi panggung kepada seorang prajurit fasis. Jutaan warga China tewas akibat pembantaian dan kekejaman tentara Jepang saat itu. Sayangnya, luka lama itu seolah dianggap sepele oleh ketidaktahuan admin media sosial klub.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Komjen Dedi Prasetyo Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen (Purn) Dofiri

Analogi Nazi dan Buta Sejarah Eropa

Forsdike memberikan analogi tajam agar publik Eropa memahami gawatnya masalah ini. Bayangkan, jika sebuah klub mengunggah foto pemain Jerman yang sedang memegang gambar tentara Nazi berseragam lengkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Eropa, hal itu setara dengan kejahatan kebencian,” tegasnya. Namun, karena peristiwanya terjadi di Asia, banyak orang Eropa tidak menyadari tingkat keparahannya.

Insiden ini menyoroti kesenjangan pendidikan sejarah yang serius. Kurikulum di Inggris dan Eropa terlalu fokus pada front perang Eropa. Akibatnya, kekejaman Jepang di Asia sering kali hanya menjadi catatan kaki atau konsep abstrak bagi mereka.

Baca Juga :  Pembatalan Karnaval Budaya 31 Agustus, Car Free Day Jakarta Tetap Digelar

Permintaan Maaf Klub

Merespons kegaduhan tersebut, Brighton bergerak cepat. Mereka menghapus unggahan itu dan merilis pernyataan resmi. Klub menegaskan bahwa insiden tersebut adalah “kesalahan yang tulus” (genuine mistake).

“Kami sangat menghargai penggemar kami di China dan tidak berniat menyinggung siapa pun,” tulis pernyataan klub.

Juru bicara klub menambahkan bahwa Brighton memiliki toleransi nol terhadap rasisme dan fasisme. Meskipun demikian, Forsdike menilai permintaan maaf itu belum cukup menyentuh substansi masalah.

Pasalnya, klub tidak secara spesifik mengakui kesalahan dalam menampilkan simbol militer masa lalu yang menyakitkan.

Pada akhirnya, sepak bola seharusnya menjadi jembatan pemersatu. Kasus ini menjadi pelajaran mahal bagi klub-klub Eropa. Mereka harus belajar lebih peka terhadap sensitivitas budaya dan sejarah global jika ingin merangkul pasar internasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993
Zambia Cabut Pajak BBM guna Lindungi Ekonomi dari Dampak Perang Iran
DR Kongo Terima Puluhan Deportan Negara Ketiga dari Amerika
Xi Jinping dan To Lam Sahkan Kemitraan Strategis Tingkat Tinggi
Demo Besar di DPR RI Hari Ini, Polda Metro Jaya Imbau Warga Hindari Lokasi
KKB Papua Serang Sinak Puncak Papua, Warga Jadi Korban Luka Tembak
Cuaca Kamis 16 April 2026: Jabodetabek Hujan, Sejumlah Kota Waspada Cuaca Ekstrem
Program Asta Cita, Polres Tanggamus Garap Lahan 1 Hektar untuk Bawang Putih

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:03 WIB

Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993

Kamis, 16 April 2026 - 11:57 WIB

Zambia Cabut Pajak BBM guna Lindungi Ekonomi dari Dampak Perang Iran

Kamis, 16 April 2026 - 10:50 WIB

DR Kongo Terima Puluhan Deportan Negara Ketiga dari Amerika

Kamis, 16 April 2026 - 09:48 WIB

Xi Jinping dan To Lam Sahkan Kemitraan Strategis Tingkat Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 07:49 WIB

Demo Besar di DPR RI Hari Ini, Polda Metro Jaya Imbau Warga Hindari Lokasi

Berita Terbaru

Babak baru di meja perundingan. Delegasi Israel dan Lebanon bertemu di Washington guna menjajaki perdamaian, namun perbedaan tajam mengenai pelucutan senjata Hezbollah dan syarat gencatan senjata masih membayangi stabilitas kawasan tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:03 WIB

Implementasi skema pihak ketiga. Republik Demokratik Kongo mulai menerima puluhan deportan non-nasional yang dikirim oleh Amerika Serikat, menandai babak baru dalam kerja sama migrasi dan pengamanan mineral kritis antara Kinshasa dan Washington. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

DR Kongo Terima Puluhan Deportan Negara Ketiga dari Amerika

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:50 WIB

Visi masa depan bersama. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut Presiden Vietnam To Lam di Beijing guna mempererat aliansi ideologi dan memperluas kerja sama teknologi tinggi di tengah dinamika global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan To Lam Sahkan Kemitraan Strategis Tingkat Tinggi

Kamis, 16 Apr 2026 - 09:48 WIB