Kutukan Adaptasi Game: Era Baru The Last of Us dan Fallout

Kamis, 11 Desember 2025 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dulu dihina, sekarang dipuja. Adaptasi video game akhirnya menemukan formula emas lewat

Ilustrasi, Dulu dihina, sekarang dipuja. Adaptasi video game akhirnya menemukan formula emas lewat "The Last of Us" dan "Fallout". Simak bagaimana kutukan puluhan tahun itu akhirnya patah. Dok: Istimewa.

JAKARTA,POSNEWS.CO.ID – Masih ingatkah Anda dengan film Super Mario Bros. rilisan tahun 1993? Film itu sangat buruk hingga menjadi legenda. Penonton dan kritikus mencaci-makinya habis-habisan.

Selama puluhan tahun, Hollywood seolah terkena “kutukan”. Setiap kali mereka mencoba mengadaptasi video game ke layar lebar, hasilnya selalu mengecewakan. Entah itu Resident Evil yang melenceng jauh dari cerita asli, ataupun Assassin’s Creed yang membosankan.

Para penggemar game selalu pulang dari bioskop dengan hati hancur. Namun, awan gelap itu akhirnya sirna. Dua serial raksasa baru-baru ini muncul dan mematahkan kutukan tersebut dengan gaya yang spektakuler.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Titik Balik: Cordyceps dan Nuklir

Perubahan besar bermula saat HBO merilis The Last of Us. Serial ini tidak hanya setia pada materi aslinya. Justru, serial ini berhasil memperdalam emosi karakter Joel dan Ellie ke level yang baru.

Seketika, pujian datang bertubi-tubi. Kritikus menyebutnya sebagai salah satu serial televisi terbaik sepanjang masa.

Baca Juga :  Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Tak lama kemudian, Amazon Prime Video menyusul dengan Fallout. Mereka berhasil menerjemahkan dunia pasca-apokaliptik yang nyeleneh dan penuh humor gelap dengan sempurna. Akibatnya, penjualan game Fallout lama kembali meroket di pasar digital.

Resep Rahasia: Hormati Penciptanya

Mengapa mereka berhasil di saat pendahulunya gagal? Kunci utamanya terletak pada penghormatan terhadap materi sumber (source material).

Dulu, sutradara film sering kali merasa “lebih tahu” daripada pembuat game. Mereka merombak cerita seenaknya demi selera pasar umum. Hasilnya, jiwa dari game tersebut hilang.

Sebaliknya, era baru ini mengambil pendekatan berbeda. Studio film melibatkan pencipta asli game secara langsung dalam proses produksi. Neil Druckmann (pencipta The Last of Us) dan Todd Howard (produser Fallout) duduk di kursi eksekutif.

Dengan begitu, visi artistik tetap terjaga. Mereka tahu persis apa yang membuat penggemar jatuh cinta pada dunia tersebut. Mereka tidak hanya meminjam nama, tetapi juga meminjam nyawa dari game itu.

Batas yang Semakin Kabur

Kesuksesan ini juga menandai fenomena konvergensi media. Batas antara game dan film kini semakin kabur. Faktanya, video game modern telah memiliki kualitas penceritaan yang sangat sinematik.

Baca Juga :  Hewan Liar Ternyata Dokter Bagi Dirinya Sendiri, Bukti Baru

Game seperti Red Dead Redemption 2 atau God of War memiliki naskah yang lebih tebal dan kompleks daripada film Hollywood kebanyakan. Oleh karena itu, mengadaptasinya ke layar kaca kini terasa lebih natural.

Aktor papan atas pun tidak lagi gengsi. Mereka melihat karakter game sebagai peran yang menantang dan bergengsi, setara dengan karakter dari novel klasik.

Tambang Emas Masa Depan

Pada akhirnya, kita sedang menyaksikan pergeseran besar dalam industri hiburan. Era adaptasi komik superhero mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan.

Hollywood butuh bahan bakar baru. Tampaknya, video game siap mengambil alih takhta tersebut. Game menawarkan dunia yang luas (lore) dan basis penggemar yang loyal.

Maka, bersiaplah. Kita akan melihat lebih banyak lagi kisah dari konsol game yang hidup di layar perak. Kutukan itu telah patah, dan era keemasan adaptasi game baru saja dimulai.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off
Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan
Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2
Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus
Adaptasi Film The Odyssey Tuai Kritik Keras dari Penerjemah
Avengers: Doomsday Pamerkan Robert Downey Jr. Sebagai Doctor Doom
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:22 WIB

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:30 WIB

Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:32 WIB

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:30 WIB

Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB