Gaza Bersiap Sambut Pasukan Internasional: AS Pimpin Perencanaan, Hamas Beri Lampu Hijau Bersyarat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, potret Kota Gaza yang porak-poranda disebabkan serangan dari militer Israel. Dok: Istimewa.

Foto, potret Kota Gaza yang porak-poranda disebabkan serangan dari militer Israel. Dok: Istimewa.

DOHA, POSNEWS.CO.ID – Rencana perdamaian Gaza memasuki babak baru yang krusial. Pasukan internasional berpotensi mendarat di Jalur Gaza paling cepat bulan depan.

Dua pejabat Amerika Serikat (AS) membocorkan rencana tersebut kepada Reuters. Nantinya, pasukan ini akan membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang memiliki mandat resmi dari PBB.

Meskipun detail teknis masih digodok, satu hal sudah pasti: ISF tidak akan bertempur melawan Hamas. Washington saat ini sibuk menyusun ukuran pasukan, komposisi, pelatihan, dan aturan pelibatan (rules of engagement).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabarnya, seorang jenderal bintang dua dari Angkatan Darat AS sedang dipertimbangkan untuk memimpin misi ini.

Konferensi Doha dan Kesiapan Indonesia

Langkah konkret akan segera diambil. Komando Pusat AS (CENTCOM) dijadwalkan menggelar konferensi perencanaan di Doha pada 16 Desember mendatang.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Serangan AS yang Menewaskan 120 Anak

Lebih dari 25 negara mitra diperkirakan akan mengirimkan perwakilan mereka. Fokus utamanya adalah membahas struktur komando dan logistik ISF.

“Ada banyak perencanaan diam-diam yang sedang berlangsung di balik layar saat ini untuk fase dua kesepakatan damai,” ungkap juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Menariknya, Indonesia mengambil peran proaktif. Pemerintah Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan hingga 20.000 personel. Namun, mandat pasukan Indonesia akan fokus pada tugas-tugas kesehatan dan konstruksi di wilayah yang hancur lebur tersebut.

Lampu Hijau Bersyarat Hamas

Hamas, yang selama ini skeptis, mulai melunakkan sikapnya. Husam Badran, anggota biro politik Hamas, memberikan sinyal persetujuan awal (initial approval).

Akan tetapi, persetujuan itu datang dengan syarat ketat. Hamas hanya mengizinkan pasukan asing jika mandatnya terbatas pada pemantauan gencatan senjata dan pemisahan kedua belah pihak di perbatasan.

“Setiap pembicaraan tentang pelucutan senjata perlawanan ditolak,” tegas Badran kepada Xinhua.

Pernyataan ini bertentangan langsung dengan visi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pasalnya, Netanyahu bersikeras bahwa fase kedua perdamaian harus mencakup demiliterisasi total dan pelucutan senjata Hamas.

Baca Juga :  Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Ancaman Banjir Maut

Di tengah manuver politik tingkat tinggi, penderitaan warga sipil Gaza terus berlanjut. Hujan deras yang mengguyur pada Kamis lalu telah memicu bencana baru.

Air bah merendam tenda-tenda pengungsi yang rapuh. Nahasnya, seorang bayi perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat paparan cuaca dingin ekstrem. Kantor berita WAFA melaporkan total 14 warga Palestina tewas akibat badai dan runtuhnya bangunan.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB membunyikan alarm bahaya. Hampir 795.000 pengungsi kini berada dalam risiko tinggi banjir di area dataran rendah yang penuh puing.

Parahnya lagi, material untuk memperbaiki tenda dan karung pasir dilarang masuk ke wilayah tersebut. Drainase yang buruk dan pengelolaan limbah yang hancur juga meningkatkan risiko wabah penyakit menular di kamp-kamp pengungsian.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung
Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:17 WIB

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Berita Terbaru

Razer merilis lini mouse gaming ergonomis Basilisk V4 Pro dan V4 HyperSpeed berbekal sensor Focus Pro 50K DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Merilis Mouse Gaming Basilisk V4 Pro dan V4 HyperSpeed

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:29 WIB

Industri penerbitan global gencar menghadirkan label sertifikasi buku karya manusia guna mengantisipasi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:23 WIB