Masa Depan CNN di Ujung Tanduk, Mainan Politik Trump atau Anak Tiri Netflix?

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, CNN dalam bahaya! Induk perusahaan mau dijual, Trump siap intervensi demi ubah haluan berita. Simak pertarungan Netflix vs Paramount yang tentukan nasib jurnalisme AS. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, CNN dalam bahaya! Induk perusahaan mau dijual, Trump siap intervensi demi ubah haluan berita. Simak pertarungan Netflix vs Paramount yang tentukan nasib jurnalisme AS. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Awan mendung menggelayuti markas besar CNN. Jaringan berita ikonik Amerika Serikat (AS) ini sedang melangkah menuju masa depan yang penuh ketidakpastian.

Induk perusahaan mereka, Warner Bros Discovery (WBD), telah menjadi target pengambilalihan raksasa. Namun, ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa. Presiden AS Donald Trump secara terbuka menunjukkan niatnya untuk memengaruhi nasib jaringan berita tersebut.

WBD mendesak pemegang saham untuk menolak tawaran pengambilalihan paksa (hostile takeover) dari Paramount Skydance. Sebaliknya, manajemen lebih menyukai kesepakatan yang ditawarkan oleh raksasa streaming, Netflix.

Trump Dukung Paramount Demi Kendali Redaksi

Di balik layar bisnis, intrik politik bermain kencang. CEO Paramount, David Ellison, adalah putra dari pendiri Oracle, Larry Ellison, yang merupakan sekutu dekat Trump.

Laporan The Wall Street Journal mengungkap fakta mengejutkan. Ellison telah meyakinkan Presiden Trump bahwa ia akan merombak total sikap editorial dan jajaran penyiar CNN jika tawarannya berhasil.

Tentu saja, rencana ini membahayakan posisi jurnalis top seperti Kaitlan Collins dan Jake Tapper. Keduanya kerap memancing kemarahan Trump lewat liputan kritis mereka.

Baca Juga :  Era Side Hustle: Ketika Satu Pekerjaan Saja Tidak Cukup Lagi

Bahkan, Trump siap menggunakan kekuasaannya. Ia menyatakan akan terlibat langsung dalam keputusan pemerintah terkait kesepakatan ini, alih-alih menyerahkannya pada prosedur standar Departemen Kehakiman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pikir CNN harus dijual bersama dengan yang lainnya,” ujar Trump kepada para pemimpin bisnis di Gedung Putih. Ia melabeli pengelola CNN saat ini sebagai “kelompok orang yang sangat tidak jujur”.

Ancaman Independensi Pers

Intervensi terbuka ini memicu kekhawatiran serius di kalangan akademisi. Mark Feldstein, profesor jurnalisme siaran Universitas Maryland, menyebut situasi ini sangat berbahaya.

“Presiden Trump secara terbuka menempatkan target (bullseye) pada jaringan berita televisi tersebut,” kata Feldstein.

Menurutnya, pergeseran Paramount ke arah kanan akan menjadi ancaman nyata bagi independensi editorial CNN. Namun, opsi Netflix pun belum tentu lebih baik.

Jika Netflix membeli Warner Bros, mereka kemungkinan besar akan memisahkan (spin-off) CNN ke perusahaan terpisah bernama Discovery Global. Akibatnya, CNN akan menjadi bagian dari perusahaan publik yang terlilit utang besar dengan prospek pertumbuhan lemah.

Baca Juga :  Strategi Tanpa Arah: Membedah Kekacauan Politik di Balik Serangan Militer AS ke Iran

Banting Setir ke Digital

Di tengah badai korporasi, CNN sedang berjuang membenahi diri. Di bawah pimpinan Mark Thompson, jaringan ini melakukan reorientasi strategis besar-besaran.

Mereka berusaha mengurangi ketergantungan pada penonton televisi kabel yang terus menyusut jutaan orang setiap tahunnya. Sebagai solusi, CNN meluncurkan layanan berlangganan digital seharga $6,99 per bulan.

Thompson mengklaim ada 18 juta warga AS yang telah berhenti berlangganan kabel (cord-cutters) namun tetap tertarik membayar untuk berita berkualitas.

“Untuk menjaga CNN tetap kuat di masa depan, kita harus mengejar audiens di mana pun mereka berada,” tegas Thompson.

Kini, CNN menghadapi dilema pelik. Di satu sisi, mereka berjuang melawan penurunan penonton TV. Di sisi lain, mereka harus bertahan dari manuver politik Presiden yang ingin membungkam kritik mereka lewat jalur akuisisi korporasi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa M7,6 Bitung Tewaskan 1 Orang, BNPB Minta Daerah Tetapkan Status Darurat
Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 17 Orang, Satu Kritis
Sindikat Bobol Dana BOS Rp942 Juta Dibongkar, Polda Sumsel Tangkap 4 Pelaku
Afrika Selatan Kerahkan Pasukan ke Cape Town Lawan Teror Geng Kriminal
Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, 12 Korban Luka Bakar, Polisi Libatkan Labfor Selidiki Penyebab
Pengamanan Paskah 2026 Diperketat, 4.500 Personel Polda Metro Jaya Disiagakan di Gereja
Jaringan Narkoba White Rabbit, Bareskrim Ciduk “Koko” dan “Mami Mika” – Sita Rp3,8 Miliar
Rusia Larang Warganya Kunjungi Negara dengan Perjanjian Ekstradisi AS

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 18:26 WIB

Gempa M7,6 Bitung Tewaskan 1 Orang, BNPB Minta Daerah Tetapkan Status Darurat

Kamis, 2 April 2026 - 18:14 WIB

Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 17 Orang, Satu Kritis

Kamis, 2 April 2026 - 17:45 WIB

Sindikat Bobol Dana BOS Rp942 Juta Dibongkar, Polda Sumsel Tangkap 4 Pelaku

Kamis, 2 April 2026 - 17:34 WIB

Afrika Selatan Kerahkan Pasukan ke Cape Town Lawan Teror Geng Kriminal

Kamis, 2 April 2026 - 17:26 WIB

Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, 12 Korban Luka Bakar, Polisi Libatkan Labfor Selidiki Penyebab

Berita Terbaru